Pembaca sekalian, seperti yang kita ketahui bersama, ujian nasional merupakan satu-satunya penentu kelulusan siswa.
Karena itu UN menjadi sesuatu yang ditakuti oleh banyak siswa di negeri ini.
Apalagi dengan ditambahnya mapel UN dari 3 mapel menjadi 6 mapel.
Masalah hitungan pun menjadi salah satu kendala siswa untuk lulus.
Ya karena dalam UN Matematika, Fisika, Kimia, dan Ekonomi diperlukan ketepatan menghitung dalam mengerjakan soal.
Meleset sedikit saja,jawaban menjadi salah dan dapat mengakibatkan tidak lulus.
Padahal banyak siswa yang memang kurang mahir dalam berhitung.
Itu sangat berbahaya, karena siswa yang tidak mahir berhitung berpotensi untuk tidak lulus.
Namun pemerintah memiliki sebuah solusi untuk masalah ini.
Solusinya tentunya bukan dengan membocorkan soal UN secara massal, bukan pula dengan menurunkan kualitas soal.
Tetapi pemerintah mempunyai cara lain.
Ya, pemerintah mengeluarkan aturan agar dalam UN 2008 ini para siswa peserta UN diperbolehkan membawa kalkulator.
Seperti yang kita ketahui bersama,kalkulator ini adalah alat bantu hitung yang cepat dan akurat.
Tapi diperbolekannya peserta UN membawa kalkulator ini bukannya tanpa syarat.
Kalkulator boleh dibawa selama UN berlangsung, tapi dengan 1 syarat, yaitu tidak boleh digunakan









Woh… berarti bawa joki UN juga boleh ya Max… asal jokinya gak ikut masup…
halah trus digawe opo? digawe nyawat pengawas sing matane jelalatan? hekekeke…
Hehehehe… dibawa trus nggak boleh digunakan ya sama saja.
Juga sekalian boleh bawa HP tapi nggak boleh digunakan alias dimatikan.
sama aja boong! sebel deh ma pemerintah
Baiklah, saya pakai HP.
Lha, penyiksaan tanpa syarat namanya. Mau anak pintar sampai dijadikan sengsara tujuh turunan begitu, masih enggak boleh pakai kalkulator juga. Kalau sudah titik bunuh nasional, baru Pemerintah dongkol.
eh iku serius?
hahaha
bawa dhini aminarti buat mijetin, boleh gak?
hahahaha…ikutan ketawa mbaca posting ini ama komen2 yang ada..
* udah ngga ngerti apa itu UN
alah joki
saia jadi joki malah saia yang nilai na kecil
sebel bgt
untung sampe akhir bacanya! aseemmmmm… ternyata…!!!
Kalau saya melihatnya adalah sebagai sindiran, soalnya di sekolah terlihat sebagian murid sudah begitu tergantung dengan kalkulator.
Eh, apa iya?
ndak kepake…
nyontek hayo… enak…
@cabe







boleh donks..
@deteksi
@Pyrrho
hehehehe
@Mihael
Pemerintah memang aneh….
@wennyaulia
serius mba…
@hanggadamai
yup, pemerintah.. oh pemerintah…
@Abeeayang™
wuah, boleh banget tuh!
@kabarihari
hehehehe
@aRya
joki apa bang? joki 3 in 1 ya?
@gempur
@StreetPunk
bisa juga. Iya, memang banyak yang sudah ketergantungan sama kalkulator n ga pede kalo ngitung tanpa kalkulator, sungguh memprihatinkan…
@Moerz
halah, dosa mas nyontek itu….
yaelah… kirain serius… males ah…
pemerintah pemerintah maumu apa to…
asyem…tiwas wis moco dengan perhatian penuh. jebuleee…..
dibikin hoax ajalah…
Akh, tadi udah nafsu liat title nyaa!!
Kirain bneran. Kalo g boleh d pake maah, sama ajaa!! Khu khu..
*kunjungan balik nih*
Bagaimana kalau kalkulator boleh dipergunakan untuk semua pelajaran kecuali matematika, fisika dan ekonomi?