Tak ada dalam DPT
Melihat berita di Televisi tentang banyaknya warga di republik ini yang terpaksa Golput, sedih rasanya. Ironis memang. Ah, saya pun bertanya-tanya, kenapa hal sefatal ini bisa terjadi, mengapa banyak warga yang tidak terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) padahal telah memenuhi syarat untuk mencontreng. Dan ternyata ada beberapa kawan blogger yang terpaksa golput juga. Luar biasa, sungguh! Dan banyak pula yang pada pemilu 2004 bisa mencoblos tetapi pada pemilu kali ini tidak bisa mencontreng, karena namanya tak tercantum dalam DPT. Aneh, sungguh aneh. Kalau hal ini terjadi di daerah terpencil sih saya bisa agak maklum,tapi ternyata di Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan hal ini juga terjadi.Bagaimana ini bisa terjadi saudara-saudara? Ah gemas rasanya melihat kerja KPU pada pemilu kali ini!
Terpaksa melakukan perbuatan haram
Jelas sudah MUI mengharamkan golput, tapi pemerintah kita malah memaksa banyak warga golput, melalui kacaunya DPT. Jadi kalau golput itu benar haram adanya, mampuslah mereka yang memaksa warga untuk golput. Mampus! Hahaha.
Celah rawan
Berdasarkan hasil quick qount di beberapa Televisi, Partai Demokrat unggul di atas partai lainnya untuk sementara. Dan kalau misalnya Partai Demokrat akhirnya menjadi pemenang pada pemilu legislatif, saya rasa masalah DPT ini akan menjadi celah bagi partai lain untuk protes dan menuduh yang macam-macam. Waspadalah, waspadalah!









Golput kali ini karena alasan DPT.. (doh) So sad.
sabar yaaak….
Emang kalo terdaftar akan milih, belum tentu.