ANAK ADALAH INVESTASI TERBESAR ORANG TUA

 

nak

Yah, salah satu amal yang pahalanya tetap didapat manusia walau dia sudah mati adalah anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya. Jadi aku menyimpulkan bahwa anak adalah investasi terbesar orang tua. Kenapa aku katakan investasi, ya karena ada 2 peluang yang sama yaitu untung dan rugi.Untung manakala investasi itu berhasil, yaitu apabila anak hasil didikkan orang tua itu menjadi anak yang soleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, jadi mereka akan mendapat kiriman pahala di akherat dari doa-doa yang dipanjatkan anak-anaknya kepada ALLAH untuk mereka. Rugi manakala anak hasil didikan mereka malah menjadi anak yang nakal, pendosa, bahkan durhaka.

 

Kalau melihat fenomena yang di TV aku jadi ngeri, bayangkan aja ada anak yang tega membunuh orang tuanya hanya karena dia tidak dibelikan motor. Masya Allah! Jaman emang dah tua, sampe-sampe ada anak yang tega membunuh orang tuanya. Padahal menurut Al Quran kan mengatakan ah saja ke ortu aja ga boleh, apalagi sampai membunuh ortu.

 

Jadi agar investasi ini berhasil, maka orang tua harus benar-benar serius dalam mendidik anak-anaknya, agar anak mereka kelak bisa menjadi anak yang sholeh yang selalu mendoakan mereka. Tapi sedikit sekali orang tua yang bisa serius dalam hal ini. Kebanyakan orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya, hingga lupa anak-anaknya butuh bimbingan dari mereka. Bahkan ada orang tua yang mempercayakan perawatan anak-anaknya sejak kecil(bayi) pada bebisitter.

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa dengan sekolah plus ngaji anak dah cukup mendapat bimbingan, jadi mereka ga perlu ngajari lagi, ini salah!!! Karena bimbingan dalam keluarga yang dilakukan oleh orang tua justru tingkat keberhasilan dan tingkat didengarkannya oleh anak jauh lebih besar dari pada di sekolah atau di tempat ngaji. Karena secara defaultnya anak-anak kan dekat dengan ortu kan, jadi kata-kata dari ortu pastilah mudah meresap di sanubari anak-anak. Bimbingan itu juga harus diberikan sejak anak-anak masih kecil.

Orang tua baik, belum tentu menjadi jaminan anaknya baik juga. Di daerah saya, ada seorang ustadz(yang alim tentunya) anaknya malah suka ngutil(nyuri) di warung n di rumah orang, nah lo! Ada juga yang anak kyai tapi doyan berzina juga, na’udzubillah! Ini fakta bro! Saya gak mengada-ada! Mungkin mereka terlalu sibuk dengan dakwahnya, sehingga dakwah(bimbingan) untuk anaknya sendiri terlupakan. Padahal ada ayat Al Qur’an (ma’ap saya lupa surat pa n ayat apa, kalo pembaca ada yang tau harap saya di kasi tau) yang menyebutkan bahwa tiap-tiap dari kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yang kita pimpin. Jadi jelaslah bimbingan untuk anak harus sangat diutamakan.

Jadi saya mengajak pada para orang tua, marilah kita membimbing anak-anak dengan sebaik-baiknya agar mereka berguna bagi kita kelak apabila kita sudah tiada, pastinya kita mau kan saat sudah wafat dikirimi pahala selalu oleh anak-anak kita? Ibaratnya pas masih hidup sering dikirim duit wessel, or rekening, pas udah wafat juga masih sering dikirimi, tapi dalam bentuk pahala.

Sebenarnya saya ingin bicara panjang lebar di sini, tapi berhubung saya belum punya pengalaman menjadi ortu jadi saya akhiri aja postingan saya ini

Semoga kalau saya di beri umur oleh Allah sehingga masih sempet jadi ortu kelak, saya dah menemukan metode terbaik buat mendidik anak-anak saya agar menjadi anak yang sholeh.

Saat ini saya juga masih berusaha untuk menjadi anak sholeh yang membanggakan n membahagiakan ortu.

 

Iklan

10 Responses to “ANAK ADALAH INVESTASI TERBESAR ORANG TUA”


  1. 1 Yari NK 9 Januari, 2008 pukul 11:01 pm

    Wah… blog baru ya…. tapi asik punya nih!

    Btw, memang anak adalah investasi yang paling berharga bagi orang tua, bukan hanya investasi dalam arti keuangan saja, tetapi juga investasi perlindungan di masa tua, dan sebagainya.

    Lagian menurut saya seorang anak tidak pernah mempunyai “hutang budi” kepada kedua orangtuanya, justru kedua orangtuanyalah yang punya hutang kepada anaknya mulai dia lahir hingga dia bisa berdikari, itu karena seorang anak tidak pernah meminta untuk dilahirkan, untuk itu orangtua wajib membayar “hutang”nya kepada anaknya dengan membesarkan anak2nya dengan baik.

    Eh, salam kenal juga ya. 🙂

  2. 2 maxbreaker 10 Januari, 2008 pukul 10:58 am

    @Yari NK
    makaci, tapi bukankah surga itu di telapak kaki ibu?
    jadi kalo menurut saya ci anak tetap berutang budi pada ortu
    sering2 maen ke sini ya mas….

  3. 3 evelynpy 19 Januari, 2008 pukul 2:57 pm

    Anaknya lucu banget!
    Gila matanya cute banget!

  4. 4 maxbreaker 19 Januari, 2008 pukul 4:46 pm

    @evelynpy
    cuma komen tentang gambarnya nih?
    tulisannya ga?

  5. 5 mathematicse 23 Januari, 2008 pukul 6:12 pm

    Baik tidaknya anak kita (katanya sih, saya juga belum pengalaman), itu tergantung bagaimana orang tua mendidiknya. 😀

  6. 6 maxbreaker 24 Januari, 2008 pukul 10:33 am

    yup, bener pak, tapi lingkungan juga berpengaruh besar pak…

  7. 7 purmana 30 Januari, 2008 pukul 4:03 pm

    Kalo menurut saya harus adanya saling pengertian antara ortu dan anak. Ortu jg memaksakan pola pendidikan yang sama dengan saat mereka kecil, yang diterima dari kakek-nenek. Kondisi lingkungan, sosial dan budaya saat ini berbeda dengan jaman dulu.

    Lalu sang anak pun harus mengerti akan maksud dari berbagai tindakan orang tua atas dirinya tersebut. Yang dimana orang tua memiliki pengalaman lebih dalam menghadapi hidup, selain itu penghormatan anak kepada orang tua haruslah menjadi kewajiban bukan keharusan belaka.

  8. 8 maxbreaker 30 Januari, 2008 pukul 4:13 pm

    yah, tapi kalau soal pendidikan akhlak malah bagusan jaman dulu kan bro?

  9. 9 Shof-1 15 Oktober, 2010 pukul 8:21 am

    ‘ setiap kamu adalah pemimpin …’ itu bukan dari ayat Al Quran tp itu adalah sabda Nabi saw.
    tapi emang betul sekali, anak merupakan investasi yang tak ternilai bagi k2 orang tua, oleh sebab itu hak orang tua terhadap anak sangatlah besar sehingga dalam Islam tidak diberlakukan qishosh terhadap orang tua yang telah membunuh anaknya.
    karena orang tua kitalah – dengan izin Allah swt – kita bisa ada di dunia, dengan kasih-sayangnya kita bisa tumbuh dan berkembang.

  10. 10 Tutik Handayaningsih 18 Juni, 2012 pukul 2:21 pm

    ”Robbi hablimmminnasholeh” aku selalu ingat doa saat ibu selalu aku pamiti saat mo k sekolah, pergi sm teman, saat jenggkel..skrng itu aku lakukan untuk buah hatiku..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 151,327 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: