Trip to Bali-Chapter2, First Day in Bali

Setelah kami sampai di pelabuhan Gilimanuk, kami serombongan langsung meluncur ke rumah makan Soka untuk solat shubuh, mandi, n sarapan. Kawasan rumah makan ini luas, tersedia banyak kamar mandi. Rumah makan ini juga memiliki taman yang sempat saya jepret gambarnya

tamane

Setelah selesai mandi n sarapan, pukul 08.45 WITA (karena sudah masuk WITA, tour guide kami meminta kami memajukan jam di HP n di jam tangan kami 1 jam) kami berangkat menuju Tanah Lot. Selama perjalanan menuju Tanah Lot, tour guide kami memberitahukan hal-hal yang harus diperhatikan ketika kami berada di Bali, diantaranya adalah :
1. Tidak diperkenankan mengambil barang yang bukan miliknya, misalnya mengambil kerang di pantai. Karena katanya, pengalaman tahun lalu, ada beberapa orang anak yang mengambil barang yang bukan miliknya, trus pas pulang katanya mereka kesurupan n suruh mbalik buat ngembaliin barang yang mereka ambil
2. Tidak boleh membuang atau menyingkirkan sesaji yang kita temukan di pinggir jalan
3. Ada beberapa tempat suci yang tidak boleh dimasuki oleh cewe yang lagi datang bulan

Sekitar jam 10.00 kami sampai di tanah Lot yang terletak di Kecamatan Tabanan. Di Tanah Lot kami Cuma nonton laut n pura, jadi menurut saya kurang menarik, yang menarik perhatian saya justru souvenir yang dijual disitu. Yang menarik adalah souvenir yang berbentuk p**is. Saya jadi berpikir, orang disini vulgar sekali ya, sampe buat souvenir yang bentuknya kayak gitu buat dijual pada para turis.

laut karangdi tanah lot

Jam 11.00 kami meneruskan perjalanan menuju Tanjung Benoa. Mulai dari perjalanan ke Tanjung Benoa ini, kami didampingi seorang guide asli Bali, namanya adalah I Ketut Gede Sukra Adiyana. Beliau minta dipanggil Bli Sukre saja. Sepanjang perjalanan Bli Sukre bercerita tentang banyak.

 

Pertama dia menceritakan tentang penamaan di Bali, bahwa I adalah awalan untuk nama laki-laki n Ni adalah awalan untuk nama perempuan. Beliau juga bercerita bahwa di Bali anak laki-laki adalah anak emas, sedangkan anak perempuan tidak. Salah satu bukti bahwa anak laki-laki adalah anak emas yaitu bahwa apabila orang tua meninggal, maka yang mendapat warisan hanya anak laki-lakinya saja. Apabila orang tua yang meninggal itu hanya memiliki anak perempuan saja, maka agar dia tetap mendapat warisan anak itu harus melamar laki-laki (kebalik dengan pada umumnya). Jadi jangan heran apabila di Bali ada perempuan yang melamar laki-laki. Kemudian Bli Sukre juga menyarankan teman-temanku yang putri agar menikah dengan orang Bali, karena katanya warisannya banyak.

 

Kemudian dia juga memperingatkan kami agar boso Banyumasan kebanggaan kami jangan digunakan, kenafa eh kenafa? Karena eh karena kata beliau ada yang apabila di Bali digunakan artinya menjadi lain, contohnya “nyong’ dalam boso banyumasan artinya saya/aku/diriku. Tapi di Bali artinya anak anjing, nah lho! Selain itu kami juga mendapat tambahan perbendaharaan kata dari beliau, cantik = jegeg, lucu juga bahasanya. Trus su = baik, jadi katanya apabila ditanya ken-ken kabare (gimana kabarnya), jawabnya susu(baik-baik), teman-temanku langsung ketawa n semangat kalo dah bicara masalah “susu”. Jadilah merka berkelakar menggunakan kata-kata yang baru saja didengarnya itu.

 

Di Bali 85% penduduknaya beragama Hindu. Bli Sukre menjelaskan bahwa pada dasarnya penduduk di Bali itu terbagi dari 3 macam, yaitu:

  1. Penduduk Bali asli sekali, biasa disebut Bali Mulo
  2. Penduduk Bali asli keturunan Jawa, tepatnya dari daerah Wonosobo, orang-orang Jawa ini bertransmigrasi ke Bali sekitar abad ketujuh, mereka mengembangkan system pengairan yang diberi nama subak. Subak terdiri dari 2 kata, su artinya baik dan bak artinya tempat menampung air
  3. Penduduk Bali rantauan dari daerah lain

 

Beliau juga cerita kalau sebelum masa kemerdekaan perempuan Bali itu kebanyakan bertelanjang dada. Hal ini menarik para pelancong dari luar negri di masa itu. Katanya di masa itu laki-laki Bali malah tidak terangsang kalau melihat gunung kembar wanita Bali (mungkin karena selalu terlihat, jadinya biasa aja), mereka malah baru terangsang apabila melihat betis wanita. Aneh juga ya?

 

Menurut Bli Sukre, daerah Nusa Dua,sebelum dijadikan tempat pariwisata merupakan daerah termiskin di Bali, karena tanahnya berupa tanah kapur yang tidak bisa untuk bercocok tanam. Di Bali, bangunan-bangunan, baik rumah, hotel, maupun gedung lain, tingginya tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa tertinggi di Bali.

Jam 13.00 kami sampai di Tanjung Benoa, lalu saya beserta 9 teman yang lain naik kapal boat dengan membayar ongkos 40.00 rupiah per orang. Kami naik kapal berkeliling Tanjung Benoa, asik sekali rasanya, apalagi pak supir kapal ngebut, jadi adrenalin kami juga naik. Kapal kami lalu merapat di pulau Penyu. Di pulau tersebut terdapat beberapa macam binatang, seperti penyu, ular, kalong, ayam, rajawali, dll. Kami lalu sempat berpose dengan turis yang kebetulan berada disitu, wah pertama kali foto dengan turis nih, hehe :mrgreen: , turis yang foto bersama kami ternyata berasal dari Rusia.

sama turis ney…

Setelah puas berkeliling kami lalu melnjutkan perjalanan ke GWK(Garuda Wisnu Kencana). Dalam perjalanan menuju GWK, guide kami, Beli Sukre bercerita lagi, kali ini di bercerita tentang penamaan di Bali yang berdasarkan urutan kelahiran, yaitu:

  1. Anak pertama diberi nama Wayan, Niluh, Gede, atau Putu
  2. Anak kedua diberi nama Made, Kadek, atau Nengah
  3. Anak ketiga diberi nama Nyoman, Komang, atau Anom
  4. Anak keempat diberi nama Ketut

 

Bagaimana apabila anak lebih dari 4? Ya anak kelima diberi nama sama dengan anak pertama, keenam sama dengan kedua, dst. Teman-temanku lalu berkelakar, katanya kalau mereka orang Bali n punya anak, anak pertamanya kalau laki-laki diberi nama “I Gede Anune” n kalu perempuan ya “Ni Gede Anune” , katanya biar jadi idola n diburu banyak orang, hahaha :mrgreen:

 

Akhirnya sampailah kami di GWK. Pas kami sampe ndilalah (kebetulan) saya kebelet bo**r, jadi saya langsung lari nyari toilet untuk menuntaskan hajat yang terpendam ini :mrgreen: ternyata tidak hanya saya yang mengalaminya, setelah sampai di toilet disitu juga ada reza n cecep yang mempunyai maksud n tujuan yang sama dengan saya, yaitu bo**r. Setelah lega n tuntas, saya langsung naik ke atas menyusul teman-teman saya. Di atas terdapat patung Wisnu tanpa lengan, dan tak jauh dari situ terdapat patung kepala garuda. Ya patungnya memang belum selesai dibuat, katanya patung ini kalau sudah jadi, direncanakan akan menjadi patung tertinggi didunia, setinggi146m, mengalahkan patung liberty, yang tingginya 144m. Disana kami juga bertemu seorang turis asal Swedia, kamipun foto bareng sama turis itu. Kami juga sempat foto bareng sama reog yang cukup serem.

sama turis lage…

 

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju Jogger, buat belanja kaos. Kan ga lengkap kalo ke Bali tapi ga mampir n beli kaos di Jogger. Kami transit dulu di central parkir, trus dari central parikr kami naik shuttle bus ke Jogger. Uniknya Jogger ini malah sering menjelaek-jelekkan dirinya sendiri, seperti tulisan-tulisan di sana yang berbunyi “Jogger Jelek”, “Kalau anda suka Jogger berarti anda waras, tapi kalau anda tidak suka Jogger maka anda lebih waras”, nah lho! Setelah puas berbelanja kaos di Jogger, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Kuta. kami naik angkot biru, aku enek naik angkot ini, karena walau penumpang dah penuh, keneknya masih aja nambahin penumpang, jadilah didalam angkot itu sesak sangat!.Tapi naas, saat kami tiba disana hujan turun dengan deras, jadi kami tidak bisa menikmati indahnya pantai Kuta dengan nyaman. Akhirnya karena hujan tak kunjung reda n hari sudah gelap, kami langsung berangkat ke hotel tempat kami menginap.

 

Kami menginap di hotel Batu Karo I. Aku kebagian sekamar dengan Mbah Gulunx, Yudha n Munawar. Sesampainya di kamar kami langsung berebut colokan alias jack listrik. Kenapa eh kenafa? Karena eh karena, HP kami berempat sudah ngedrop alias is death! Colokannya cuma 1 lagi, jadi kami rebutan. Malamnya Alhamdulillah aku bisa tidur dengan nyenyak.

 

Bersambung ke chapter 3

Iklan

5 Responses to “Trip to Bali-Chapter2, First Day in Bali”


  1. 1 mankarya 21 Januari, 2008 pukul 10:48 am

    wah enk ney jalan-jalan
    jadi pengen ney
    eh kok kagak mampir yaw

  2. 2 maxbreaker 21 Januari, 2008 pukul 5:08 pm

    @mankarya
    lah wong saya ndak tau rumah sampeyan dimana mas…

  3. 3 cK 22 Januari, 2008 pukul 11:54 am

    sayangnya saya nggak sempet mampir ke joger. btw kok sama ya? saya ke tanah lot dan GWK. tapi ga ke benoa.

  4. 4 maxbreaker 22 Januari, 2008 pukul 1:02 pm

    @cK
    mang napa ga sempet? rugi lo ke Bali tapi ga beli kaos Jogger…

  5. 5 ayumi 19 Mei, 2008 pukul 1:47 pm

    Terima kasih telah mampir ke Tanah Lot.

    Vsiit: http://www.tanahlot.net


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 159,489 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: