Trip to Bali, Chapter 3-Second Day in the Bali

Jam menunujukan pukul 05.30 saat aku siuman. Aku langsung solat subuh trus mandi. Lalu aku makan pagi bersama teman-teman. Makanannya rasanya aneh! Jadinya aku ga begitu selera makan. Setelah itu, sekitar jam 08.00 kami langsung naik bis, bersiap berangkat nonton pertunjukkan tari barong dan tari keris di Putra Barong. Ternyata terjadi satu hal yang tidak diinginkan, dan sialnya lagi, itu hanya terjadi di bisku! Kejadian apa itu? Yah, salah satu guruku lama sekali siap-siapnya, jadi saat dua bis yang lain sudah berangkat, bisku masih terdiam di hotel menunggu pak guru masuk bis dengan setia. Akhirnya guruku masuk juga setelah bis yang lain dah jalan, ah mau kesel, marah-marah, nyorakin, tapi gak bisa, abis dia pak guru sih, jadinya aku dan teman-teman hanya bisa main belakang (mengumpat). Dan kekesalan itu bertambah, setelah terbukti bahwa kejadian itu berakibat fatal, fatal kenapa? Ya karena saat kami tiba di tempat pertunjukkan, kursi penonton utama sudah penuh! Sialan, akhirnya terpaksa aku nonton di samping panggung sambil berdesak-desakkan. Dari situ aku bisa lihat teman-teman dari bis A dan B duduk dengan nyamannya di kursi penonton, ga berdiri n sesak-sesakkan disamping panggung seperti aku n teman-teman sebisku ini! Iri aku! Sialan, padahal kami kan bayarnya sama, tapi mereka bisa nonton dengan lebih nyaman! Tapi aku mencoba sabar n tetap menikmati pertunjukkan walau dengan keadaan kesal n tidak nyaman. Tari Barong menggambarkan pertarungan antara kebajikan melawan kebatilan. Dalam tari ini antara kebajikan dan kebatilan tidak ada yang menang ataupun kalah, karena ini menggambarkan kehidupan nyata, dimana kebajikan dan kebatilan selalu berdampingan bersama, dan tidak ada salah satu dari keduanya yang akan lenyap dari muka bumi ini. Di akhir pertunjukkan kami disuguhi tari keris, diman para pemain tari ini menghujamkan n menusukkan keris ke dada mereka sendiri, hebatnya dada mereka tidak apa-apa, malah kerisnya yang bengkok. Kalau di Jawa mungkin ini bisa disamakan dengan debus.

Setelah selesai menonton pertunjukkan, kami meneruskan perjalanan ke Galuh, pusat tenun Bali. Disana selain terdapat pakaian dan kain, juga terdpat pernak-pernik yang unik, seperti patung, keris mini, sendok, dll.
Beberapa jam aku berada di Bali, ada hal yang menarik, yaitu di tiap objek pasti ada tukang tato keliling yang menawarkan jasanya, tato ini tentunya adalah tato sementara yang dibuat pake tinta, jadi bisa hilang kalu sudah sekitar 2 minggu. Ada yang menawarkan denga sopan, tapi tidak sedikit yang memaksa. Merak menawarkan dengan gayanya yang khas “thatho boy, thatho”. Dua orang teman ku, Munawar n mbah Gulung juga kena paksa tukang tato, tapi mereka cepat kabur. Dua temanku yang lain, Fahmi alias Apenk n Amin juga kena paksa, pertama tukang tatonya nawarin dengan harga tinggi, lam-lama turun n lama-lama bilang gini, “gratis deh mas, itung-itung buat tempat menuangkan kreativitas saya” si tukang tato pun nekat nggambar di lengannya Fahmi, e setealh selesai, ternyata dia minta bayaran, dia bilang “Mas saya kan dah cape-cape gambar jadi bayar donk”, sialan juga ya tu tukang tato. Tapi aku ngerti mereka begitu biar bisa tetep makan, tapi apa ndak ada cara lain selain dengan memaksa?

Setelah selesai berbelanja di Galuh, kami melanjutkan perjalanan ke pusat jajanan Cening ayu, disini jajanannya lumayan lengkap. Disamping tiap jenis makanan selalu tersedia sampelnya, jadi setelah tiba disitu aku langsung keliling-keliling nyobain seluruh sample sam pai kenyang, lumayan gratisan :mrgreen: , setelah itu baru aku mulai belanja.

foto089.jpg
Dari Cening Ayu rombongan langsung meluncur ke Bedugul. Disana terdapat danau yang indah, beberapa orang temanku menyewa prahu disitu, ada yang perahu boat, ada juga yang ndayung sendiri, kalau aku sih lagi malas naik kapal, jadi cuma keliling-kelling sambil foto-foto.

naik kapal
Setelah puas menikmati keindahan daanau kami lalu melanjutkan perjalanan ke hutan Sangeh, yang penuh dengan kera, disitu juga terdapat pohon lanang wadon, yang katanya kalau dilihat dari depan mirip dengan anunya pria, n kalo dilihat dari belakang mirip dengan anunya wanita. Sesampainya kami di Sangeh, kami langsung disambut oleh para kera, aku pun membeli kacang 1 plastik buat urun ngempani mereka, kami berkeliling-keliling di situ, diaman-mana para kera berkeliaran dengan bebas. Si Aji lalu mencoba menaikkan kera di atas pundaknya, n dia berhasil, kalo aku sih ogah ah, takut.

foto121.jpg

foto120.jpg

mirip barangnya cowo?

Setelah puas bercengkrama dengan para kera, kami lalu balik ke hotel.

Bersambung ke chapter 4

Iklan

13 Responses to “Trip to Bali, Chapter 3-Second Day in the Bali”


  1. 1 suprie 22 Januari, 2008 pukul 8:30 am

    gantian… pertamax….

  2. 2 suprie 22 Januari, 2008 pukul 8:30 am

    :)) dari bali… ** gak baca **

  3. 3 suprie 22 Januari, 2008 pukul 8:30 am

    nanggung sekalian hetrix

  4. 5 cK 22 Januari, 2008 pukul 12:12 pm

    postingannya panjang amat yak? 😕

  5. 6 maxbreaker 22 Januari, 2008 pukul 1:04 pm

    @cK
    kan saya menceritakannya secara lengkap… 🙂 mang napa lo kepanjangan? ga enak dibaca ya?

  6. 7 funkshit 22 Januari, 2008 pukul 1:22 pm

    gambar terakhir.. saya pikir itu kaki gajah dengan kemaluan nya yang besar lho ..
    xixixiix

  7. 8 realylife 23 Januari, 2008 pukul 10:14 am

    wah , jadi kangen pengen ke bali lagi , dah lama ngga ke sana
    o iya nyasar nech plus mau ngundang buat baca tulisan ini
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/01/21/palestina-tanah-sejuta-doa/

  8. 9 cK 23 Januari, 2008 pukul 10:48 am

    hehe…gapapa sih. rajin banget nulis panjang-panjang.. :mrgreen:

    saya mah males. 😛

  9. 10 akudanduniaku 23 Januari, 2008 pukul 3:36 pm

    mas mas suka monyet yax….hohoho
    aniwey…maksih udah mau visit myblog n kasih coment…
    matur teng kyu….. 🙂

  10. 11 maxbreaker 23 Januari, 2008 pukul 5:26 pm

    @funkshit
    hehehe, itu gambar pohon lanang wadon yang ada di Sangeh bro! mirip banget kan ma itu…
    @cK
    ah chika ini, kok tau banget kalau saya ini anak rajin… :mrgreen:
    @realylife
    yup saya dah baca n ninggalin jejak disituh…
    @akudanduniaku
    ah saya ga suka kok sama monyet, saya mah sukanya ma cewe, hehehe 🙂
    sami-sami…

  11. 12 cening ayu management 25 November, 2008 pukul 8:55 pm

    datang lagi ya ke pusat oleh2 khas bali “Cening Ayu”
    kami tunggu lho….

  12. 13 ichanthiex 29 Desember, 2010 pukul 1:33 pm

    wAch, jDi pEngEn k bALi aGe…………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 159,489 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: