Republik Ini Makin Ngaco Saja!

Barusan saat saya googling nyari berita-berita terhangat, dan kebetulan saya nemu tulisan ini.

Saya lalu kaget, lho kok?!!! Jadinya kek gini?

Pertama saya akan simpulkan terlebih dahulu berita tersebut, kesimpulannya sudah benar-benar tersurat, yaitu “Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar melegalkan pengoplosan beras”.

 

Selanjutnya mari kita ulas apa yang terkandung dalam berita tersebut…

Pemerintah menilai pengoplosan beras demi meningkatkan kualitas beras, yang selama ini dilakukan pedagang beras di Cipinang tidak melanggar hukum, asal tidak menipu pembeli

Pengoplosan untuk meningkatkan kualitas beras? Bukannya itu justru menurunkan mutu beras, misalnya saja beras kualitas bagus dicampur dengan beras raskin, bukankah itu akan menurunkan kualitas beras?

Tidak menipu pembeli? Pernahkah pembaca sekalian membeli beras dan pada saat membeli pedagangnya dengan jujur mengatakan, “Ini beras oplosan lo, Mas/Mba/Pak/Bu” ?

Dengan cara mematuhi UU Perlindungan Konsumen, yakni beras yang dicampur tidak menggangu kesehatan atau mengandung zat berbahaya.

Ya jelaslah kalau beras yang dioplos itu tidak menggaggu kesehatan, mana ada orang mati karena makan nasi? Yang jadi masalah itu kualitasnya dan harganya!

Dan tentu saja pedagang memberikan informasi yang sesuai bahwa beras yang dijual merupakan hasil oplosan.

Sekali lagi saya tanyakan, pernahkah pembaca sekalian membeli beras dan pada saat membeli pedagangnya dengan jujur mengatakan, “Ini beras oplosan lo, Mas/Mba/Pak/Bu” ?

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bulog Mustafa Abubakar, bahwa pencampuran beras itu sah. Bahkan mengoplos beras antar pulau juga di perbolehkan.

Pengoplosan beras itu sah? Ck ck ck ck…. Mengoplos beras antar pulau juga diperbolehkan? Rasanya ini merupakan awal dari pengoplosan beras secara nasional, hmm…..

Mustafa menjelaskan yang tidak diperbolehkan adalah mencampur beras tapi tidak memberikan informasi sebenarnya terhadap beras yang dicampur. “Kalau beras kualitas A dan B dicampur maka, ya harus dibilang AB, bukan A saja,” seru Mustafa.

Bisakah berjalan seperti itu? Bukankah yang banyak terjadi adalah yang tidak diperbolehkan?

Ia juga keberatan dengan istilah yang dipakai sekarang ini yaitu oplosan. Menurutnya istilah yang paling pas adalah beras campuran. “Kalau oplosan bermakna negatif,”ujar Mustafa.

Oplosan ya tetap oplosan Pak… Ini suatu strategi memperhalus istilah agar menipu konsumen awam kah?

Yah, kali ini pemerintah melegalkan pengoplosan beras. Tidak tertutup kemungkinan bahwa beberapa waktu ke depan oplos bensin(besin dioplos dengan minyak tanah) akan dilegalkan pula, apa jadinya kalau ini terjadi? Kendaraan bermotor akan rusak! Mungkin saat itu terjadi pemerintah akan berdalih “Pengoplosan bensin akan membuat kinerja mesin kendaraan bermotor memburuk, dan akhirnya rusak, ini jelas berdampak positif, karena dengan berkurangnya jumlah kendaraan bermotor maka polusi juga akan berkurang secara drastis, dan negara bebas polusi bukan impian lagi bagi kita”

Hmm, Republik ini makin ngaco saja! Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Republik ini akan menjadi Republik Oplosan!

29 Responses to “Republik Ini Makin Ngaco Saja!”


  1. 1 Cynanthia 3 Februari, 2008 pukul 12:26 pm

    Negeri ini sudah terlalu kacau, makanya sudah terlalu sulit memperbaikinya. Bahkan saya sendiri skeptis kalau mereka memang ada niat memperbaiki diri.😐

    Nyah, moral saja sudah dioplos, gimana bangsa ini mau jadi lebih baik, coba?👿

  2. 2 fujimori 3 Februari, 2008 pukul 2:22 pm

    wah. kalo dibiarin kek gini terus, generasi2 Indonesia berikutnya yang lahir bakalan banyak yang bergizi buruk.. ujung2nya, karena gizi buruk itu, banyak yang mati muda dan gak berpendidikan.. bagaimana tidak.. beras saja dioplos. udah gitu harga kedelai membubung tinggi. sungguh ironi bagi sebuah negara yang mengaku agraris..😦

  3. 3 Mihael "D.B." Ellinsworth 3 Februari, 2008 pukul 5:28 pm

    Nggak heran ‘kan kalau mengoplos bensin ataupun mengoplos uang rakyat menjadi suatu hal yang halal di mata petinggi negara itu.😆

  4. 4 Cabe Rawit 3 Februari, 2008 pukul 6:51 pm

    Hayah… kebijakan kayak begini yang kagak bener. Sekaligus ngajarin kagak bener ama rakyat. Dalam ajaran agama saja, mencampur barang yang bagus ama yang jelek tidak diperbolehkan, jika tujuannya buat mengelabui pembeli.

    Biar kata pake syarat :”selama disebutkan ini oplosan ama pedagangnya,” resikonya terlalu gede. Mentalitas kebanyakan masyarakat kita dalam hal kejujuran kan masih di bawah. Kagak diperbolehkan saja, para pedagang beras suka maen opl;os, apalagi ini diperbolehkan…

    Kagak ngarti ane… kagak ngarti!

  5. 5 tan andalas 4 Februari, 2008 pukul 6:01 am

    wah wah…

    Pemerintah menilai pengoplosan beras demi meningkatkan kualitas beras,

    apakah ini tanda, kalo pemerintah tidak mampu menyediakan beras yang baik dan benar bagi masyarakat? sehingga secara tidak langsung menghimbau para pedagang untuk melakukan pengoplosan secara nasional.

    btw, itu dioplosnya sama beras ato sama kutu beras yah?!

  6. 6 mists 4 Februari, 2008 pukul 8:08 am

    horee… berarti percobaanku beberapa hari kemarin sudah berhasil! kemarin otak menterinya udah aku oplos dengan otak udang!
    Seandainya yg aku oplos tuh otaknya si bos… ga tau dech apa jadinya.

  7. 7 Yari NK 4 Februari, 2008 pukul 8:17 am

    Waduh…. beras oplosan yaa???

    Ya nggak apa2 deh…… asal mau dibayar juga sama duit oplosan! Huehehehe….:mrgreen:

    **apa sih di negeri ini yang nggak dioplos??**

  8. 8 Nazieb 4 Februari, 2008 pukul 10:50 am

    Weleh-weleh…
    Pasti yang ngomong gitu pas pemilihan dulu juga dapet suara oplosan. Antara yang bener-bner milih sama yang disogok untuk milih..
    Hoalah..

  9. 9 Abeeayang™ 4 Februari, 2008 pukul 2:21 pm

    halah tambah ribet ajah…nggak bisa lagi jadi panutan
    *mbikin kerajaan cinta ajah*

  10. 10 missglasses 4 Februari, 2008 pukul 4:04 pm

    indonesia menggila! bukan indonesianya sih, tepatnya manusia manusia yg ada di dalamnya😛

  11. 11 manusiasuper 4 Februari, 2008 pukul 6:28 pm

    Pindah negara rame-rame..

    Pindah negara rame-rame…

  12. 12 danalingga 4 Februari, 2008 pukul 7:25 pm

    Mungkin karena panik melihat harga beras membumbung tinggi.

  13. 13 aRya 5 Februari, 2008 pukul 8:58 am

    kok bisa bgini yaw
    binun

  14. 14 cK 5 Februari, 2008 pukul 4:25 pm

    ya ampun!😯

    saya ganti jadi makan kentang aja deh tiap hari..😆 😆

  15. 15 edy 5 Februari, 2008 pukul 5:37 pm

    asal jangan beras dioplos sama minyak tanah
    bisa gawat…!

  16. 16 Evy 5 Februari, 2008 pukul 7:55 pm

    trus harga beras miskin juga naik ya.. raskin… waduh pengen juga ikutan oplos2an itu mulut tukang oplos tak oplos sama mulut rakyat miskin klo aku operasi sumbing…

  17. 17 sitijenang 5 Februari, 2008 pukul 8:45 pm

    apa nanti ada pejabat oplosan juga? campuran antara pejabat RI, Malay, Brunei, dll adalah sah selama diumumkan kepada publik. partai oplosan juga boleh… wah bisa makin banyak golput nih di pemilu mendatang… makin banyak temen saya… *laah*:mrgreen:

  18. 18 chriz 5 Februari, 2008 pukul 10:23 pm

    hahahaha…
    hahahaha…
    hahahaha…

    *ketawa miris*

  19. 19 Hoek Soegirang 6 Februari, 2008 pukul 12:12 am

    cih…saia baru tau!!! :evi:
    siyal, afa-afaan sih ini? ko ya jadi sefenake gidu? wah, lama-lama segala macam oflosan bakal dilegalkan…
    *siaf-siaf demo*

  20. 20 cempluk 6 Februari, 2008 pukul 6:49 am

    moga kebajikan pemerintah dalam menangani melonjak nya bahan2 kebutuhan bisa berdampak positif bagi rakyat..

  21. 21 nixfar 6 Februari, 2008 pukul 7:36 pm

    Aih~~

    Serba oplosan nih pemerintah……. kalo pengen oplos2an ane bantuin deh…..:mrgreen:

    *kabur dari amukan massa*

  22. 22 Xaliber von Reginhild 6 Februari, 2008 pukul 11:20 pm

    Hmm… tunggu… entah kenapa saya jadi ingat pelajaran Ekonomi yang menyebalkan.

    Apakah ini merupakan salah satu strategi pemerintah dalam usahanya untuk melindungi produsen? Kalau ngga salah (CMIIW) produksi beras sekarang kan ngga selancar dulu, jadi mungkinkah tindakan ini dilakukan untuk proteksi produsen agar tak terjadi inflasi?

    *mencoba melihat dari sudut pandang lain*

  23. 23 Xaliber von Reginhild 6 Februari, 2008 pukul 11:22 pm

    Soalnya kayaknya selama ini produsen beras (petani) kurang mendapat perhatian, sementara biasanya pemerintah hanya melindungi kepentingan konsumen. Mungkin ini salah satu cara yang diambil pemerintah dalam rangka menyelenggarakan perlindungan produsen itu tadi? Entahlah apakah caranya tepat atau tidak.

  24. 24 maxbreaker 7 Februari, 2008 pukul 10:41 am

    @Cynanthia
    Yap, betul sekali. Moral di negeri ini memang sudah sangat bobrok.
    Menurut saya harusnya diadakan perombakan besar-besaran di tubuh pemerintah. Para pejabat yang sudah tua-tua sudah selayaknya digantikan oleh yang lebih muda, yamg lebih perhatian terhadap bangsa dan yang lebih kreatif demi kemajuan bangsa tentunya.
    @fujimori
    Ya katanya Indonesia Negara agraris, tapi nyatanya impor berasnya tinggi sekali…
    @Mihael ”D.B” Ellinsworth
    Ya, memang mereka itu menghalalkan segala cara…
    @Cabe Rawit
    Yah saya pun tidak mengerti dengan pemerintah dan kebijakannya itu… saya pun hanya bisa mengelus dada saja…
    @tan andalas
    Ya mungkin saja, pemerintah memang kurang respect ma orang kecil n petani
    Dioplos ma kutu beras? Keknya gad eh, kutu beras yang ngoplos beras rasanya lebih tepat:mrgreen:
    @mist
    Wew, ajarin donk gimana caranya. Biar saya bisa ngoplos otak Bush cs ma otak ayam😆
    @Yari NK
    Duit oplosan? Saya juga mau Pak duit oplosan asal ngoplosnya pake emas, intan perak ,dan sebangsanya:mrgreen:
    @Nazieb
    Yup, mungkin juga
    @Abeeayang
    Kerajaan Cinta? Kalau kamu rajanya saya ogah banget!:mrgreen:
    @missglasses
    Yah, tapi yang jelas saya masih waras:mrgreen:
    @Manusiasuper
    Penginnya sih, tapi saya ga punya duit…
    @danalingga
    Ya, memang…
    @aRya
    Saya juga bingung…
    @cK
    Makan kentang? Kayaknya ga kenyang deh…
    @edy
    Yah ga papa kok lo beras di campur ma minyak tanah, ntar masaknya tinggal di sulut ma api, jadi cara masak model baru,
    Hehe:mrgreen:
    @evy😆
    Dioplos ma mulutnya tukul aja Bu, hehe:mrgreen:
    @sitijenang
    Golput? Keknya mending nyoblos deh daripada golput…
    @chriz
    Kok malah ketawa?
    @Hoek Soegirang
    Mau demo kapan Hoek? Saya diajak ya kalau mau demo!
    @cempluk
    Ya semoga saja…
    @nixfar
    Kalau mau ngoplos ga perlu takut diamuk massa, kan pengoplos itu dilindungin Negara:mrgreen:
    @Xaliber von Reginhild
    Pelajaran ekonomi? Alhamdulillah saya sudah berpisah dengannya sejak 1 semester yang lalu, soalnya saya masuk IPA:mrgreen:
    Mungkin juga, tapi saya kurang setuju, biar bagaimanapun petani tetap saja sering dirugikan dan yang mendapat untung ya Bandar beras dan para penjual beras itu, bukan petani

  25. 25 Hanif (hanichi.wordpress.com) 7 Februari, 2008 pukul 5:06 pm

    SibhanaLLah.. banyak sekali pengunjungnya ya Dhil

    Afwan saya baru bisa sowan ke blog antum.. tulisannya bagus-bagus, kritis-kritis..

    Yahh namanya aja Republik, sistem buatan akal manusia, mana mungkin bisa bener?

    Contoh yang Fadhiel kasih mah terlalu jarang, yang cetho welo-welo itu lho.. riba / bunga.. padahal kan ini diharamkan secara tegas dalam Islam, ya mana pernah dapat barokah kalau negaranya jauh dari syariat..

    So, solusinya, tegakkan Syariat sebagai implemetasi dari Qur’an dan sunnah.. Oke..!!

  26. 26 Hanif (hanichi.wordpress.com) 7 Februari, 2008 pukul 5:20 pm

    Afwan maksudnya itu SubhanaLlah bukan SibhanaLLah.. salah ketik Dhiel.. hehe..

  27. 27 maxbreaker 7 Februari, 2008 pukul 10:15 pm

    Ga pa pa kox mas, saya juga sering salah ketik🙂
    Alhamdulillah pengunjungnya sudah lumayan banyak🙂
    ya saya setuju mas, tapi kayaknya sulit deh… Alasan lama yaitu pnduduk Indonesia tu heterogen ga cuma Islam saja…
    Hmm

  28. 28 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji 8 Februari, 2008 pukul 8:10 pm

    “Dengan cara mematuhi UU Perlindungan Konsumen, yakni beras yang dicampur tidak menggangu kesehatan atau mengandung zat berbahaya. Dan tentu saja pedagang memberikan informasi yang sesuai bahwa beras yang dijual merupakan hasil oplosan. Demikian disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam acara konferensi pers di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, kemarin.”

    Artinya tergantung campurannya, kalo aman dan dikasih tahu ke pembeli ga apa2(misalnya, nyampurin nasinya dengan minyak, telor, garam, dll. dan dijual sebagai “nasi goreng”)

  29. 29 maxbreaker 10 Februari, 2008 pukul 10:55 am

    Betul-betul sekali,saya juga doyan kalau gitu:mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 141,489 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: