Korupsi itu Dimulai Sejak Kecil…

Yah saya melihat fenomena ini makin berkembang saja di lingkungan saya. Bahkan terjadi pada teman-teman saya. Sejak kecil banyak yang sudah mulai korupsi, tentunya apabila kelak mereka besar,  mereka berpotensi mejadi pejabat korup.

 

Di sini saya kan mencoba memberikan beberapa contoh.

Pertama,

ada anak yang disuruh orang tuanya membeli suatu barang, misalnya saja roti, dia dikasih orang tuanya uang 10ribu, harga rotinya 8ribu. Sampai di rumah dia bilang ke orang tuanya kalau harga roti itu pas 10ribu jadi tidak ada kembaliannya. Nah kembalian 2ribu itu dia kantongin. Nah ini korupsi!

Contoh berikutnya

Ada anak yang akan membeli buku pelajaran di sekolah, harga buku itu 30ribu, dia bilang ke orang tua mereka kalau harga buku itu 40ribu, nah kembalian yang 10ribu dia kantongin, ini korupsi lagi!

Contoh selanjutnya,

Ada anak yang sudah dikasih uang bayaran bulanan sekolah oleh orang tuanya, tapi uang itu tidak dibayarkan ke sekolah tapi malah dia gunakan untuk foya-foya, jadi bayaran sekolah akhirnya nunggak, dan saat orang tua dipanggil oleh sekolah mereka baru tahu kalau anaknya itu tukang korupsi!

Contoh berikutnya

Ada anak yang ngakunya ikut les, terus dia minta uang ke orang tuanya buat bayaran les, tapi ternyata dia itu tidak ikut les apa pun, dan uangnya digunakan untuk foya-foya, ini korupsi lagi!

Dan masih banyak contoh lainnya!

Ini memang korupsi dalam skala yang kecil, tapi kalau sudah menjadi kebiasaan tentunya bisa dilakukan juga kelak apabila mereka sudah besar, mereka berpotensi menjadi pejabat korup di masa mendatang!

Alangkah baiknya apabila kebiasaan korupsi kecil-kecilan ini dihentikan, agar kebiasaan buruk itu tidak terbawa saat mereka besar nantinya.

Ah ya, saya tambahkan sebagai pentutup

Ada kebiasaan yang buruk sekali, tapi yang ini bukan korupsi,tapi kebiasaan ini juga suka terbawa sampai besar, yang contohnya dapat kita lihat langsung.

 

Apa itu? Ya kebiasaan mengantuk di kelas, bahkan tidur saat guru menerangkan pelajaran! Ya saya pun sering melihat teman saya banyak yang berkelakuan seperti itu.

Dan kebiasaan masa kecil itu tampaknya terbawa sampai besar oleh para pejabat kita yang katanya terhormat itu. Kita bisa lihat sendiri saat DPR atau MPR bersidang, ada beberapa anggota dewan yang malah tertidur, nah lo! Ngawur banget kan, mereka itu sudah digaji mahal-mahal! Tapi kok ya pas rapat malah tidur!? Boro-boro mereka mikirin rakyat donk! Malah asik terlelap tidur!

Dan parahnya lagi, beberapa waktu lalu pada saat presiden pidato dalam sebuah acara, ada peserta yang tertidur saat presiden pidato! Presiden yang terhormat itu pidatonya dicuekin dan malah ditinggal tidur! Ngawur banget kan?

 

Ya semoga para orang tua dapat mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya agar kelak apabila anak mereka menjadi pejabat, anaknya jadi pejabat bersih, bukan menjadi pejabat korup.

 

Iklan

20 Responses to “Korupsi itu Dimulai Sejak Kecil…”


  1. 1 Abeeayang™ 7 Februari, 2008 pukul 11:13 am

    kebanyakan contoh 👿
    kamuh nyontohin korupsi yaks… 😦
    *panggiol KPK* :mrgreen:

  2. 2 maxbreaker 7 Februari, 2008 pukul 11:25 am

    biarin!
    saya ga nyontohin, cuma membeberkan fakta yang ada saja 🙂
    silahkan saja panggil KPK, nanti kalau mereka datang saya minta duit sama mereka :mrgreen:

  3. 5 vcrack 7 Februari, 2008 pukul 1:56 pm

    ada pepatah jawa bilang..

    “sing biso gawe abang, ijo ne bocah kui, yo mung sing tuwo..”

  4. 6 satya sembiring 7 Februari, 2008 pukul 5:10 pm

    bagus lah kalo kita bisa sadar bahwa, kpk bekerja ibarat membabat lalang, tapi tidak mencabut akarnya toh besok tumbuh lagi. yang lebih ampuh dari semuanya adalah mulai dari kecil. ajarkan supaya tidak menjadi orang yang suka korupsi

  5. 7 Hanif (hanichi.wordpress.com) 7 Februari, 2008 pukul 5:45 pm

    Iya.. ya..

    Tapi korupsi itu sebenrnya terjadi karena memang hukum saat ini tidka punya kekuatan magis di akhirat.. coba klo hukum Islam diterapkan.. orang2 yang mau korupsi itu diancam aja sama neraka.. hehe..

  6. 8 progoharbowo 7 Februari, 2008 pukul 7:34 pm

    setelah kita sadari… lalu bagaimana sebaiknya kita menyikapinya? apa yang bisa kita lakukan ?

  7. 9 Cabe Rawit 7 Februari, 2008 pukul 8:45 pm

    Ane lakuin semua contoh di atas waktu kecil… 😛
    *dijitak*

    Ane masukin dalam CV ane kalo nanti daftar jadi ketua KPK… mhuehehe

  8. 11 maxbreaker 7 Februari, 2008 pukul 10:00 pm

    @vcrack
    saya setuju,tapi tidak mutlak,soalnya lingkungan dan teman juga berpengaruh…
    @satya sembiring
    yup, betul, saya setuju
    @hanif
    wah kek nya lo tukang korupsi malah ga percaya da neraka mas…
    Ya, kalau saja piagam jakarta tu yg dijadikan ideologi negara kita…
    @progoharbowo
    ya itu pak, para orang tua harus mendidik anaknya dengan benar supaya besarnya tidak jadi koruptor 🙂
    @cabe rawit
    yah ga pa pa kox, asal sekarang dh tobat aja :mrgreen:
    @Ersis W. Abbas
    negara ini memang gawat keadaannya…

  9. 12 tan andalas 7 Februari, 2008 pukul 11:11 pm

    wahh… mungkin karena udah keseringan dan jadi kebiasaan, so kita ga tau kalo kita lagi korupsi…

    btw, contoh2 itu pengalaman pribadi kah? *ditusuk* :mrgreen:

  10. 13 Nazieb 8 Februari, 2008 pukul 1:48 pm

    Saya menulis komen ini juga korupsi loh..
    Menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi
    :mrgreen:

  11. 14 ayaelectro 8 Februari, 2008 pukul 2:42 pm

    contoh kecilnya ya korupsi waktu, hehe. korupsi waktu belajar buat internetan.

  12. 15 WIMPY 8 Februari, 2008 pukul 2:51 pm

    korupsi berarti tidak jujur, mau jujur gimana bangsa ini, di Pancasila dan butir-butirnya sebagai dasar segala dasar hukum dan sebagai falsafah negara tidak ada kata-kata “JUJUR”…… makasih ya telah mampir keblogku…. tukeran link yuk… blok ini sudah aku link di blogku…. oke…. trims

  13. 16 scarion 8 Februari, 2008 pukul 8:19 pm

    Kalo sejak kecil namanya bukan korupsi…tapi kolupchi…

    *lol*

  14. 17 Abeeayang™ 9 Februari, 2008 pukul 3:44 pm

    ngakak baca komeng scarion 😆

  15. 18 missglasses 9 Februari, 2008 pukul 9:43 pm

    berdasarkan pengalaman pribadi yah ^^?

  16. 19 maxbreaker 10 Februari, 2008 pukul 10:27 am

    @tan andalas
    ga kok, sayakan anak baek2:mrgreen:
    @Nazieb
    waduh, ga ijin dulu ke bos nyah?
    @WIMPY
    yup, sama-sama. ya dah saya pasang blog antum di gulungan :mrgreen:
    @scarion
    :mrgreen: scalion kamu calah tu nulis lolnyah,haruse diapit titik dua bukan *
    @Abeeayang™
    ati2, ntar kebablasan lo ngakaknyah… :mrgreen:
    @missglasses
    ga kok, saya kan anak baek2 :mrgreen:

  17. 20 cK 10 Februari, 2008 pukul 3:02 pm

    betul banget tuh. saya sendiri suka sebel sama temen yang nyatut kalau beli barang bilangnya sekian, ternyata sisanya masuk kantong sendiri. ndak nyadar apa kalau mereka itu sudah memupuk bibit korupsi? 😕


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 151,262 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: