Be Your Self?

Manusia memang diciptakan dengan sifat, karakter dan garis hidup yang berbeda.

Alhamdulillah saya diciptakan sebagai manusia yang pikiran dan tingkahnya lurus dan gak neko-neko, singkat kata saya bukan anak bandel, saya adalah anak patuh dan penurut…

Tapi…

Kadang saya ingin menjadi seperti mereka, anak-anak bandel itu(terutama yang satu sekolah dengan saya). Kadang saya merasa hidup mereka itu sangat enjoy, ga pusing dengan peraturan, kalau lagi malas sekolah ya dengan enaknya mbolos saja. Peraturan mereka langgar tanpa takut-takut, hidup mereka tiap hari hampir selalu diisi dengan guyon. Gelut? mereka ga takut, mau keroyokan, mau single 1 lawan 1, OK2 saja bagi mereka. Mereka itu kalau mau minum? ya minum saja. mau ngrokok? ya ngrokok saja, tanpa mikir panjang dan yang penting enjoy dan asik. Ah, nampaknya hidup mereka indah betul…

Ya, kadang saya ingin menjadi seperti mereka itu. karena jadi orang baik dan patuh terus pada peraturan itu kadang membosankan. Tapi sayangnya saya masih ingat dosa dan saya masih ingat orang tua, ya saya tidak ingin mencemarkan nama baik orang tua dengan tingkah laku saya…

tapi…. jadi orang baik memang kadang terasa membosankan…..

29 Responses to “Be Your Self?”


  1. 1 Cynanthia 16 Februari, 2008 pukul 6:14 pm

    Saya sedang menderita stres stadium akut karena agak terlalu kaku😦
    *tadi pagi baru ke psikolog*

    Kalau bandel? Ya, kadang saya pengen. Pengen saya bertingkah gila seperti teman-teman saya, yang kayaknya selalu enjoy.

    Tapi merokok dan minum alkohol?
    …Gomen, aku nggak mau. Mau sebandel apapun saya, saya nggak akan sampai di luar batas…

  2. 2 Cynanthia 16 Februari, 2008 pukul 6:16 pm

    Ah, rupanya saya pertamax. *horeeee….. XD*

  3. 3 maxbreaker 16 Februari, 2008 pukul 6:23 pm

    Stress stadium akut? Apa gara-gara sariawan n sakit lambung?:mrgreen:
    hmm, merokok itu keren lho, tapi saya belum pernah melakukannya soalnya masih pikir-pikir tentang bahayanya bagi kesehatan🙂
    kalau minum alkohol saya juga ga mau…
    Ya, selamat kawand, anda pertamax!

  4. 4 Cabe Rawit 16 Februari, 2008 pukul 7:50 pm

    Wah… kudu bersyukur ama dipertahanin lho max, jadi anak kagak neko-neko bagus, aman dan kagak ngebahayain diri sendiri. Orang yang suka melabas aturan dan norma, keliatannya aja enak, padahal kalo udah kena batunya repot dah… Ya kagak?🙂

  5. 5 missglasses 16 Februari, 2008 pukul 9:53 pm

    pikiranmu sama kaya pikiran saya. cuma saya slalu mikir ke depan, saat kita dewasa org yg baik dan rajinlah yg diperlukan. jika tdk dibiasakan dr skrg, dr kapan lagi? prjuangan org sukses ngga slalu menyenangkan. chayo fadhiel!!
    *serasa baca curhatan sendiri :cry:*

  6. 6 cK 17 Februari, 2008 pukul 2:07 am

    walaaah…saya baru aja telpon2an sama temen ngomong soal beginian. tapi untungnya saya penurut dan jarang berontak..:mrgreen:

    *bangga* 8)

  7. 7 ranywaisya 17 Februari, 2008 pukul 7:30 am

    Jadi anak bandel memang keliatannya keren dan enjoy.
    Tapi mereka biasanya selalu terlibat masalah dan dijauhin ama pergaulan.
    *nggak mau deh*

  8. 8 ayaelectro 17 Februari, 2008 pukul 1:58 pm

    jadi diri sendiri lebih menyenangkan. rese’ sedikit itu perlu.

  9. 9 Sawali Tuhusetya 17 Februari, 2008 pukul 4:33 pm

    max, kan udah tersirat di judul postingan ini, hehehehe😆 “Be your self” kenapa mesti harus ikut2an kena arus. ndak usah terpengaruh lah *halah* menjadi diri sendiri itu malah lebih terhormat dan bermartabat kok, hehehehe😆

  10. 10 pratanti 17 Februari, 2008 pukul 4:47 pm

    memang sih, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau😆

  11. 11 hanggadamai 17 Februari, 2008 pukul 6:14 pm

    Sebenarnya dalam hati mereka itu pada berteriak : “Ah..gw kok jadi kayak gni ya…”
    Jadi bersyukurlah engkau pada yang kuasa bahwa kamu tidak melakukan halo yang seperti itu..
    udah kaya orang tua aja ya😉

  12. 12 rizalahmad 17 Februari, 2008 pukul 10:46 pm

    sebelumnya lam kenal…

    manusia bisa menjadi apa aja yang dia inginkan, tp tetep ada tanggung jawabnya….

    smangat untuk hidup yang lebih baik….

  13. 13 aRuL 18 Februari, 2008 pukul 1:15 am

    Anda memiliki kekhasan, kenapa harus sama dengan orang lain.
    Justru “be your self” yang membedakanmu dengan orang lain…
    semngat

  14. 14 Yari NK 18 Februari, 2008 pukul 7:14 am

    Setiap individu itu unik dan memang pada dasarnya manusia itu mengidentifikasikan dirinya sebagai seseorang yang ‘unik’, ini mungkin dikaitkan dengan keinginan seseorang manusia tersebut untuk diakui eksistensinya dan juga kaitannya dengan naluri manusia untuk selalu bebas tanpa ‘paksaan’ mengikuti orang lain…….

  15. 15 pratanti 18 Februari, 2008 pukul 10:20 am

    @ aRuL,
    oomment-nya kok copy-paste aja ya?😛

  16. 16 aRya 18 Februari, 2008 pukul 11:20 am

    memank kadang ngebosenin
    jadi orang yang biasa dlm artian kagak neko2
    seperti saia temen ngerokok eh sbuk ma permen,
    temen miras saia sibuk ma aer putih,
    temen klayaban saia sibuk ngeliatin tv drumah
    huhu
    ckckckckck

  17. 17 Abeeayang™ 18 Februari, 2008 pukul 3:37 pm

    katanya setiap manusia itu unik…

  18. 18 Nazieb 18 Februari, 2008 pukul 5:20 pm

    Weleh…
    Don’t judge a book from the cover lho….

  19. 19 daniel 18 Februari, 2008 pukul 6:03 pm

    sifat dasar manusia tidak akan hilang dari diri masing masing manusia itu sendiri jadi jadi diri sendiri atau pun bukan diri sendiri semua akan kemabali kesifat dasar masing masing individu yang dimaksud jadi diri sendiri disini bersifat tidak permanen jadi biasanya seseorang akan berubah jika di menerima lingkungan dimana di beradaftasi tanpa adanya penyaringan dari masing masing individu orang tersebut untuk melihat kembali kediri sendiri serta melihat kemampuan diri sendiri jika tidak mempunyai kemampuan maka sesorang itu tidak akan menjadi dirinya sendiri.🙂

  20. 20 Goenawan Lee 19 Februari, 2008 pukul 12:18 am

    Saya pengen duit pas-pasan aja…😦

    Pas beli mobil sport terbaru…😦

    Pas beli rumah gede…😦

    Dan pas beli pulau…😦

  21. 21 aRuL 19 Februari, 2008 pukul 1:57 am

    @ pratanti : sengaja hehehe maklum intinya sama, daripada ngetik ulang😀

  22. 22 WIMPY 19 Februari, 2008 pukul 9:24 am

    Orang Jawa mengatakan “sawang sinawang” kehidupan orang lain tampak lebih baik, enak, enjoy dari kita TAPI kehidupan kita adalah yang terbaik untuk kita….

  23. 23 edy 19 Februari, 2008 pukul 7:48 pm

    skali-skali bandel emang menggoda
    asal sadar sama konsekunsinya

  24. 24 kangadesaputra 20 Februari, 2008 pukul 6:14 am

    Salam kenal & thanks udah ngasih komen di blog akang.
    Akang juga waktu sekul ga ngerasa bandel kok Sueeeer walaupun akang termasuk sering keluar masuk Ruang BP atau disuruh push up sama Bapak Wakasek! Trus Sekarang AKANG SUDAH BERHENTI MEROKOK! loch tapi akang tidak melarang siapapun untuk terus merokok karena MEROKOK TIDAK TERBUKTI MERUGIKAN PEREKONOMIAN DAN ISI DOMPET Contohnya akang, akang emang udah berhenti merokok tapi cuman berhenti BELI aja huehehehhe… “Kang Fadhiel,… bagi rokonya dong atu :p”

    OI, hari ini AKANG dah ngisi absen neh disini, jangan di alfa in ya!😀

  25. 25 sitijenang 20 Februari, 2008 pukul 5:47 pm

    kalo sudah menjelma menjadi sebuah kepribadian (baca:budi pekerti), mestinya tidak membosankan lagi. fyi, lingkungan saya waktu masih ABG dikelilingi para pemakai ganja, miras, heroin, dll. untungnya, saya dididik mengembangkan kepribadian yang mandiri dan punya pendapat sendiri. saya tidak selalu suka apa yang mereka suka dan mereka tidak bisa memaksa. jadi, tidak ada beban menjadi diri sendiri. saya dan satu teman lagi yang sekarang sudah wafat, malah sering menjaga mereka kalo sedang “high” supaya gak ngaco… soalnya hanya kami yang masih sadar… he he he…:mrgreen:

    *beruntung semua sekarang sudah insap* 8)

  26. 26 Nixfar 20 Februari, 2008 pukul 8:47 pm

    kalo jadi orang yg terlalu baik malah bahaya noh…… ntar saking baiknya, dia mau disuruh ama orang…..

    ntar dia disuruh nyebur ke kali, dia malah mau …..😆

  27. 27 realylife 20 Februari, 2008 pukul 9:19 pm

    ehm , kayak motto yang sering saya dengungkan buat saya sendiri
    mungkin relevan dengan tulisan ini
    silahkan mampir
    http://realylife.wordpress.com/2008/01/25/inner-handsome/

  28. 28 maxbreaker 24 Februari, 2008 pukul 10:26 am

    @all
    makasih atas segala nasihat dan pengalaman yang dibagikan, semuanya akan saya cerna pakai otak saya…🙂
    saya jadi mantap untuk berusaha istiqomah menjadi orang baik🙂

  29. 29 sairin 26 Februari, 2008 pukul 5:35 pm

    Bagi yang suka pusing -pusing coba dah baca buku “sukses is mindset” karangan mba jenie.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 141,489 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: