Fanatik Sempit Saya yang Makin Meluntur Saja, Plularisme Lambat tapi Pasti Merasuki Saya…

No Fast Reader Please, Read carefully, OK!
Setuju? OK kalau begitu, selanjutnya, silahkan membaca…

Yah, para pembaca sekalian, saya akan membuat sebuah pengakuan. Bahwa saya adalah seorang penganut paham fanatik sempit. Dan akhir-akhir ini saya merasa gundah karena paham fanatik sempit saya semakin luntur saja dan pluralisme itu semakin merasuki saya. Padahal menurut keyakinan saya paham fanatik sempit saya itu adalah satu-satunya jalan untuk meraih kemenangan yang saya impikan. Saya bingung dan gundah…

Sampai sini, mungkin pembaca mulai berpikir tentang apa kegundahan saya ini. Saya yakin sebagian besar pembaca mengira ini tentang masalah agama dan kepercayaan saya. kalau anda berpikir begitu, maaf, dugaan anda salah :mrgreen:

OK, agar lebih jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, maka saya akan memberikan penjelasan tentag istilah yang saya gunakan di tulisan saya ini:

1. Fanatik Sempit,

dalam tulisan ini diartikan sebagai fanatisme yang luar biasa yang dimiliki saya terhadap pelajaran MATEMATIKA. Yang aplikasi dari fanatisme saya ini adalah saya selalu memprioritaskan pelajaran Matematika di atas pelajaran lain, hampir 75% dari waktu belajar saya digunakan untuk mempelajarinya.

2. Pluralisme,

dalam tulisan ini diartikan sebagai paham yang menganggap bahwa semua pelajaran adalah sama pentingnya, sehingga jatah waktu belajar dari masing-masing mata pelajaran harus disama ratakan.

3. Kemenangan yang saya impikan

dalam tulisan ini pengertiannya adalah kemenangan meraih medali di OSN 2008

Yah, jadi lebih jelasnya, saat ini saya merasa gundah karena fanatik sempit saya terhadap matematika sudah berkurang, hal ini dikarenakan pelajaran lain macam Fisika, Kimia, Biologi, Kimia, dll rasanya semakin sulit saja, sehingga dengan terpaksa saya harus mengurangi jatah belajar matematika untuk mempelajari pelajaran lainnya juga. bahkan saya hampir saja menjadi penganut pluralisme, dengan membagi jatah waktu belajar masing-masing pelajaran dengan waktu yang sama dan mulai menganggap bahwa semua pelajaran itu sama pentingnya.

Padahal fanatisme saya terhadap matematika itu adalah satu-satunya jalan bagi saya untuk lolos dan meraih kemenangan di OSN 2008 .

Yah, saya ingin sikap fanatik saya itu kembali, tapi pelajaran lain juga semakin susah dan menuntut saya untuk memberinya jatah waktu lebih untuk dipelajari, saya bingung….

Ah jadi anak IPA memang berat rasanya….

Iklan

33 Responses to “Fanatik Sempit Saya yang Makin Meluntur Saja, Plularisme Lambat tapi Pasti Merasuki Saya…”


  1. 1 Sawali Tuhusetya 2 Maret, 2008 pukul 1:14 pm

    wew… kenapa mesti jadi beban fadhiel? di jurusan IPA SMA kan memang mesti menganut paham pluralisme dulu, tanpa mengesampingkan matematikanya. fanatiknya kan bisa dikembangkan lebih lanjut nanti waktu kuliah. atur dong waktunya. matematika tetep ok, tapi mapel yang lain juga jangan disepelekan. ok, semoga sukses OSN-nya, yak! semangath!

  2. 2 Cabe Rawit 2 Maret, 2008 pukul 1:22 pm

    Bener kata bapak guru Sawali. Kecenderungan sama satu pelajaran jangan sampe bikin kita menganaktirikan pelajaran yang laen… Ane juga ikut ngedoain semoga OSN-nya sukses πŸ™‚

  3. 3 maxbreaker 2 Maret, 2008 pukul 1:42 pm

    @Pak Sawali
    Iya Pak, makasih atas nasihatnya πŸ™‚
    tapi untuk menang di OSN bidang math, saya rasa fanatisme math memang perlu…
    @Cabe
    Makasih bang! πŸ™‚

  4. 4 Xaliber von Reginhild 2 Maret, 2008 pukul 2:58 pm

    Spesialisasi mungkin memang perlu, tapi penyamarataan wilayah tetap penting. :mrgreen:

    Selamat berjuang..

  5. 5 maxbreaker 2 Maret, 2008 pukul 3:04 pm

    Pakai bahasa perang nih komennya? :mrgreen:
    Thanx bro!

  6. 6 Dark Ardianto side 2 Maret, 2008 pukul 3:44 pm

    Ah…
    Masa lalu kelam di sekolah…
    Saya tukang bolos sih πŸ˜†

    Nilai-nilainya parah…
    Jangan ditiru ah..

    Semoa berhasil OSN-nya..

  7. 7 mathematicse 2 Maret, 2008 pukul 3:51 pm

    Gini aja: waktu buat belajar yang lain ditambah. Waktu Belajar matematika makin ditambah (dapat porsi lebih lagi). Sedang waktu tidur dan ngeblog dikurangi… πŸ˜€ :mrgreen:

    Misal biasanya belajar matrematika 3 jam, sekarang tambah jadi 4 jam.

    Misal biasanya belajar yang lain 1 1/2 jam, sekarang tambah jadi 2 1/2 jam.

    Misal biasanya waktu ngeblog 2 jam, sekarang jadi 1 jam aja.

    Misal biasanya tidur 6 jam, sekarang jadi 5 aja jam. πŸ˜€

  8. 8 mathematicse 2 Maret, 2008 pukul 3:53 pm

    Gini aja: waktu buat belajar yang lain ditambah. Waktu Belajar matematika makin ditambah (dapat porsi lebih lagi). Sedang waktu tidur dan ngeblog dikurangi… πŸ˜€ :mrgreen:

    Misal biasanya belajar matematika 3 jam, sekarang tambah jadi 4 jam.
    Misal biasanya belajar yang lain 1 1/2 jam, sekarang tambah jadi 2 1/2 jam.
    Misal biasanya waktu ngeblog 2 jam, sekarang jadi 1 jam aja.
    Misal biasanya tidur 6 jam, sekarang jadi 5 jam aja. πŸ˜€

  9. 9 maxbreaker 2 Maret, 2008 pukul 4:01 pm

    @Ardianto
    Hahahaha, yang penting sekarang kuliahnya yang bener ya bang… :mrgreen:
    Makasih atas doanya πŸ™‚
    @Mas Jupri
    Saran yang bagus Mas, makasih, akan saya coba πŸ™‚

  10. 10 StreetPunk 2 Maret, 2008 pukul 7:49 pm

    Sebenarnya tanpa perlu mengutak-atik waktu perhari pun, masalah ini tetap bisa diclearkan juga. πŸ˜‰

    Caranya dengan meningkatkan tingkat keseriusan belajar.

    Saya beri contoh:
    Ada dua orang pelajar, yaitu Activeman dan Laziman. Laziman dapat menyerap salah satu bab pelajaran matematika dalam waktu 1 jam, sedangkan pada bab yang sama, Activeman hanya membutuhkan waktu 30 menit. Kenapa? Karena tingkat keseriusan Activeman lebih tinggi daripada si Laziman.

    Dan ini bukan berarti saya menyarankan Anda untuk mengurangi jatah waktu belajar, hanya sekedar tips tambahan. :mrgreen:

  11. 11 cK 2 Maret, 2008 pukul 10:37 pm

    waduh…entah kenapa saya paling nggak suka eksak. mending hafalan eh, sama aja ya??.. πŸ˜† πŸ˜†

    btw kalau menurut saya sih, kuasailah bidang yang kamu mau. ketika kamu memang enjoy di matematika, pelajarilah pelajaran itu. tapi bukan berarti menganaktirikan mata pelajaran lain.

    tapi masih mending sih, kamu mau belajar. kalau saya sih males banget tuh belajar matematika πŸ˜† :mrgreen:

  12. 12 serdadu95 3 Maret, 2008 pukul 8:21 am

    Dari pengalaman Saya…, ternyata semua mata pelajaran itu penting dan saling berhubungan satu dgn yg lainnya so ternyata (juga) disitu diperlukan ke-“adilan”-an dlm mempelajarinya. Karena yg nemanya adil itu belum tentu sama rata maka sesuaikan aja dgn kebutuhan. Klo memang perlu menyediakan waktu “lebih” untuk matematik maka sediakan aja waktu lebih untuk mempelajarinya (apalagi mo ikutan OSN). Tapi jgn pernah mengesampingkan pelajaran lain. Percayalah…bahwa kedepannya semua ilmu (itu)akan sangat bermanfaat dlm mengarungi kejamnya dunia *halah..*.

  13. 13 WIMPY 3 Maret, 2008 pukul 9:34 am

    kalau kamu ingin menjadi bintang…. kuasailah satu hal saja…. dengan bebar-benar menguasai……

  14. 14 Yari NK 3 Maret, 2008 pukul 2:21 pm

    Kalau anda merasa pelajaran Matematika yang paling menarik perhatian anda dan anda mau berkarier di bidang Matematika, ya, why not anda lebih memperhatikan matematika?? Tak ada salahnya toh??

    Setiap orang tentu mempunyai perhatian khusus kepada setiap mata pelajaran yang diminatinya, namun tentu saja itu bukan berarti bahwa pelajaran yang diminatinya itu lebih penting dari pelajaran lainnya, itu tentu sangat relatif dan hanya masalah preferensi saja. Betul nggak?? πŸ˜€

  15. 15 hanggadamai 3 Maret, 2008 pukul 3:00 pm

    wah sam persis kaya saya waktu sma
    tapi yg saya rasakan jadi anak ipa itu ndak berat kok
    enjoy aja,, πŸ™‚

  16. 16 Nazieb 3 Maret, 2008 pukul 6:40 pm

    Hayah…
    Ternyata pelajaran…

    SMK adalah titik di mana saya membenci math…
    πŸ‘Ώ

    *malah curhat

  17. 17 missglasses 4 Maret, 2008 pukul 5:48 pm

    waaaw, ikut OSN? hebat hebat!!! oh, brarti saya juga fanatik sempit dong? entah kenapa saya juga selalu semangat belajar mat drpd yang laennya ^^

  18. 18 Abeeayangβ„’ 5 Maret, 2008 pukul 10:06 am

    jangan pilah pulih diel…belajar semuanyah….

  19. 19 aRya 5 Maret, 2008 pukul 11:36 am

    ney ngebahas soal paan yaw
    oon

  20. 20 Mihael Ellinsworth 5 Maret, 2008 pukul 1:00 pm

    Makanyo..Janganlah kao jadi IPA, tho…

    πŸ˜†

    <– Anak IPS Tukang coret – coret buku.

  21. 21 Cynanthia 5 Maret, 2008 pukul 2:35 pm

    *ngakak baca komen DeBe*
    Njah, aku malah bimbang sekarang mau masuk IPA ato IPS…

    Aku terancam ngulang kelas 10 gara-gara sakit πŸ˜₯

  22. 22 Cynanthia 5 Maret, 2008 pukul 2:35 pm

    Saya kena akismet! πŸ‘Ώ

  23. 23 aprikot 5 Maret, 2008 pukul 4:03 pm

    itulah dulu sebabnya semasa penjurusan di SMA, saya bandel pindah ke jurusan IPS pdhl jelas2 nilai mata pelajaran IPA saya lbh tinggi dibanding nilai2 pelajaran sosial πŸ˜€

    enjoykan sahaja deh mumetnya

  24. 24 scarion 7 Maret, 2008 pukul 10:55 am

    ikut OSN matematik ya!? tadinya gue mau ikut (atau disuruh? ga penting ah) astronomi tapi guenya males2an…halah…

  25. 25 p4ndu_454kura 7 Maret, 2008 pukul 7:49 pm

    Ah, semoga sukses olimpiade-nya. Beat ’em all. πŸ˜€

  26. 26 Hitokiri Batosai 8 Maret, 2008 pukul 9:33 am

    @StreetPunk
    Saran yang bagus, akan saya coba lakukan πŸ™‚
    @cK
    Saya juga sering merasa malas kok Chik :mrgreen:
    ya saya akan berusaha Chik πŸ™‚
    @serdadu95
    Makasih atas nasihatnya πŸ™‚
    @WIMPY
    OK Bos! :mrgreen:
    @Pak Yari
    Betul Pak! Makasih atas nasihatnya πŸ™‚
    hanggadamai
    Iya mas, saya juga selalu berusaha enjoy kok πŸ™‚
    Nazieb
    hahahaha :mrgreen: kebalikan dengan saya berarti….
    @missglasses
    sama dunk..
    iya, doain ya… πŸ™‚
    @Abeeayangβ„’
    Yah, saya tetap akan memprioritaskan math kang.. πŸ˜›
    @aRya
    πŸ˜†
    @Mihael Ellinsworth
    yah, saya ga kuat sama hafalan IPS πŸ˜›
    mending ngitung dah daripada ngapalin…
    @Cynanthia
    IPA aja! :mrgreen:
    Komenmu selamat kok dari akismet πŸ™‚
    aprikot
    ya saya selalu berusaha enjoy kok πŸ™‚
    @scarion
    Semangat donk Bro! πŸ™‚
    @p4ndu_454kura
    Thanx ya πŸ™‚

  27. 27 morishige 9 Maret, 2008 pukul 12:30 pm

    huhuhu…
    inget, lho, kalo setelah ini kau bakalan kuliah.. kalau kau kuliah IPA, semua pelajaran IPA SMA bakalan sangat diperlukan.. jadi, pelajaran lain jangan dilupakan..
    ^^

  28. 28 takochan 9 Maret, 2008 pukul 3:01 pm

    Mending math daripada fisika πŸ˜› *digetok*

  29. 29 Pyrrho 10 Maret, 2008 pukul 2:45 am

    Nggak apa-apa berkonsentrasi pada 1 pelajaran asalkan jangan lupakan yang lain. Kalau sudah minat, ya dilanjutkan aja kan ?

    Saya dulu malah suka Kimia dan lumayan jago. Kata orang pelajaran aneh, dan akibatnya saya dibilang orang aneh, dan makin aneh karena akhirnya tidak melanjutkan ke jurusan kimia di PT tapi malah Psikologi. πŸ˜†

  30. 31 kevlannietzsche 17 Maret, 2008 pukul 1:49 pm

    kerennn…..
    tetaplah belajar dan concern pada pendidikan…

  31. 32 Ivan Wangsa C.L. 4 April, 2008 pukul 11:06 am

    Mending ke Matematika aja….
    Addicted to math itu bagus kok :mrgreen:
    Math kan dibutuhkan dalam setiap bidang, kecuali agama.

  32. 33 yoen 18 Januari, 2010 pukul 11:39 am

    Gw heran semue komen yg masuk, nggak ada yg paham bhw artikeltsb adalah perumpamaan… ikut OSN 2008 adalah perumpamaan saja…
    OK, tetap perdalam mathematics agar sukses di OSN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 151,262 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: