Peringatan Hardiknas dan Mutilasi Motto

Assalamu’alaikum

Wah ternyata lama juga ya saya ga update blog ini:mrgreen:

Hehehe, ya hiatusnya saya yang agak lama ini jujur dikarenakan 2 hal, yang pertama tentunya test mid semester kemarin , dan yang kedua, yang saat ini masih berjalan juga yaitu saya sedang sibuk mempersiapkan diri menghadapi OSN.

Seleksi tingkat kabupaten sudah dilaksanakan tanggal 10 April. Dan saya mendapat hasil yang lumayan, saya meraih peringkat 3 dalam seleksi tingkat kabupaten kemarin. Itu berarti saya mendapatkan tiket untuk mengikuti seleksi tingkat propinsi yang akan diadakan pada awal Juni mendatang. Alhamdulillah🙂

Pada Jum’at, 2 Mei 2008 kemarin, di berbagai daerah di seluruh Indonesia diadakan peringatan Hardiknas( Hari Pendidikan Nasional). Pada peringatan Hardiknas kali ini saya sangat mengharapkan pendidikan di Indonesia dapat maju di tahun-tahun mendatang.
Saya berharap Ujian Nasional akan dihapuskan secepat mungkin (kalau bisa tahun depan sudah ga ada, jadi saya ga perlu ikut UN tahun depan, kekekeke😛 ), mengingat bahwa menurut saya UN itu lebih banyak membawa kemudharatan dibandingkan manfaat. Selain itu, mengingat Ayah saya adalah seorang guru, saya sangat mengharapkan kesejahteraan guru agar semakin diperhatikan pemerintah. Saya juga sangat mengharapkan Uang Tunjangan bagi Guru yang Lolos Sertifikasi segera turun, soalnya Ayah saya sudah lolos sertitifikasi beberapa bulan yang lalu, tapi uang itu tak kunjung datang. Mana uangnya, pemerintah? hehehehe:mrgreen:

Selain itu pada kesempatan kali ini saya ingin membahas suatu hal, tapi maaf kalau agak ngawur dan datanya kurang akurat:mrgreen:

Ya, saya ingin membahas yang namanya mutilasi. Saya yakin pembaca sekalian pasti tau apa itu mutilasi, ya kan? Kata ini serbaguna, tapi yang paling umum artinya adalah pembunuhan sadis, dengan korban yang dipotong-potong tubuhnya. Selain itu, yang ngetrend lagi adalah yang biasa disebut mutilasi Ayat Al Quran, dimana ayat Al Quran dipenggal-penggal untuk kepentingan kelompok tertentu. Tapi saya tidak akan membahas dua jenis mutilasi tadi.

Mutilasi yang akan saya bahas kali ni adalah mutilasi motto. Ya, ini masih berhubungan dengan peringatan hardiknas dan pendidikan di Indonesia. Para pembaca tentu tau, bahwa motto pendidikan kita, itu lho yang berada di atas logo pendidikan, bertuliskan Tut Wuri Handayani

Nah motto tersebut adalah hasil mutilasi! Ya, seperti yang saya pelajari pada pelajaran sejarah SD dan SMP, semboyan itu, yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara lengkapnya adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha (Didepan memberi Teladan), Ing Madya Mangun Karsa (Di Tengah membangun Semangat), Tut Wuri Handayani (dari belakang memberikan dorongan). Nah ternyata semboyan ini dimutilasi oleh pemerintah, dengan hanya mencantumkan Tut Wuri Handayani-nya saja dalam logo pendidikan nasional kita.

Hal ini menimbulkan tanda tanya tersendiri bagi saya. Karena menurut saya pribadi, semboyan itu baru akan bermakna bagus apabila disajikan secara utuh. Apa karena yang di depan itu (para petinggi pendidikan) ogah “sung tuladha” ? Apa karena para pejabat pendidikan yang di tengah, ataupun para guru itu ogah”mangun karsa”? Apa karena para siswa saja yang dituntut “handayani” saja dan yang di atasnya itu bebas dari tanggung jawab? Entahlah.

Mungkin juga karena kata Tut Wuri saja yang dipakai itu, pendidikan kita selalu “nang mburi” alias terbelakang alais ketinggalan dibanding Negara lain.

Ah entahlah, yang jelas saya merasa tidak sreg dan tidak setuju atas pemutilasian motto tersebut.

Sekian tulisan saya kali ini

Wassalamu’alaikum

*balik lagi bertapa belajar untuk menghadapi seleksi tingkat propinsi OSN*

33 Responses to “Peringatan Hardiknas dan Mutilasi Motto”


  1. 1 Sawali Tuhusetya 4 Mei, 2008 pukul 1:50 pm

    tulisan yang menarik dan kritis, fadhiel. yups, selamat yak OSN-nya. seleksi kabupaten sdh dilewati. di provinsi fadhiel harus tampil lebih bagus. buru soal2 di internet kan banyak tuh. kalau ada yang sulit, tanya sama guru pembimbingnya. btw, ttg mutilasi motto, nah, saya juga barus sadar tuh kalau ada proses pemotongan motto ki hajar itu. memang bterkesan tdk utuh. tapi memang motto itu kan mesti singkat, ringkas, padat, dan jelas biar pembaca juga bisa cepat hafal dan ngeh maksudnya geto. kalau misalnya ketiga motto itu dicantumkan sekaligus di sebuah logo kira2 dari sisi estetika gima, yak, fadhiel. pasti hurufnya jadi kecil2 toh, hehehehehe😆 wew… ttg tunjangan profesi guru, waduh, kenapa juga dah mengantongi sertifikat pendidik kok haknya belum juga dikeluarkan dari pundi2 pemerintah, repot!

  2. 2 maxbreaker 4 Mei, 2008 pukul 1:59 pm

    Makasih Pak🙂 Yup, saya akan berusaha keras unutk seleksi provinsi besok.
    guru pembimbing? saya belajar mandiri alias otodidak pak🙂
    tapi kan makna motto itu jadi kurang bagus Pak😛
    iya Pak, proses keluarnya duit yang keluar dari pemerintah memang suka berbelit prosesnya, semoga cepet turun tuh duit, biar saya cepet dibeliin motor baru sama Ayah, hehehehehe:mrgreen:

  3. 3 ILYAS AFSOH 4 Mei, 2008 pukul 5:09 pm

    ADA 3 KOMPONEN MEMANG
    1. PIMPINAN / YANG DI DEPAN
    2. ORGANISASINYA
    3. DIRI KITA

    apabila 1 dan 2, berada di luar jangkaun
    maka pilihan kita pada yang ketiga

    dan FADHIEL SUDAH MEMBUKTIKANNYA

    SUPER SEKALI.

  4. 4 Cynanthia 4 Mei, 2008 pukul 7:18 pm

    Haiyah, miris ngeliat pendidikan sekarang. -_-
    Apa jangan-jangan cropping semboyan tersebut yang secara tidak langsung mempengaruhi pendidikan kita?

    [sarcasm]
    Yah, atau jangan-jangan yang seharusnya bertanggungjawab atas pendidikan di Indonesia ini bahkan ada yang nggak tau makna semboyan tersebut? -_-
    [/sarcasm]

    Sukses untuk OSN-nya ya.😀
    Dan saya doakan supaya tunjangan untuk ayah Anda (beserta guru-guru lain) segera turun:mrgreen:

  5. 5 wennyaulia 4 Mei, 2008 pukul 10:01 pm

    weits..nice post niy
    benar…saya dulu juga bertanya-tanya kenapa yang diambil cuma kalimat terakhir. padahal dua kalimat sebelumnya saling mendukung kalimat terakhir ini.

    mudah2an..kualitas pendidikan kita semakin baik..
    tunjangan untuk guru dan dosen juga naik😆

    eniwei, congrats atas kelolosannya…mudah2an bisa maju ke tahap berikutnya🙂

  6. 6 kang4roo 5 Mei, 2008 pukul 3:05 am

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

  7. 7 Yari NK 5 Mei, 2008 pukul 6:51 am

    Wah…. saya ucapkan mudah2an sukses nanti dalam menghadapi OSN-nya.

    Huahaha…. memang orang2 Indonesia seringkali pandai memanipulasi semboyan entah dengan memotongnya atau dengan cara lain. Ada juga pedagang kain keturunan Arab yang menuliskan garansi “Dijamin Tidak Luntur”, setelah terbukti kainnya luntur si pedagang bilang “Lah, ini tulisan garansinya dibaca seperti huruf Arab, dari kanan ke kiri!”.:mrgreen:

  8. 9 aRya 5 Mei, 2008 pukul 1:52 pm

    tetep semangatttttttttttttttttttttttttt

  9. 10 realylife 5 Mei, 2008 pukul 8:01 pm

    selamat datang kang , dah lama juga
    kangen
    eh akhirnya ada postingan juga
    semangat terus kang

  10. 11 hanggadamai 6 Mei, 2008 pukul 8:05 am

    semoga pendidikan di Indonesia semakin maju,,🙂

  11. 12 cK 6 Mei, 2008 pukul 1:59 pm

    wah…gak heran deh kalo disini maen mutilasi aja..🙄

  12. 13 syahrizal pulungan 7 Mei, 2008 pukul 6:03 pm

    saya hanya komen…selamat atas keberhasilan peringkat 3 seleksi kabupaten

  13. 14 Xaliber von Reginhild 7 Mei, 2008 pukul 7:54 pm

    Ndak bisa komen banyak-banyak karena sudah disebutkan di atas.😛

    Motto itu memang sebaiknya jangan panjang-panjang.. soalnya saya pernah diprotes ngasih motto yang kepanjangan meski artinya lumayan.😛 Jadi ya pemilihan namanya dipotong saja, asal penerapannya jangan ikut kepotong juga (jangan-jangan di Indon kayak begini nih?😛 )

    Eniwei, semoga sukses OSN-nya! Jangan kayak saya yang gagal di olimpiade komputer tahun lalu.😛

  14. 15 Abeeayang™ 11 Mei, 2008 pukul 9:09 am

    perlu di benerin tuch…. 😛

  15. 16 maxbreaker 11 Mei, 2008 pukul 3:55 pm

    @ILYAS AFSOH
    Betul Bang🙂
    Makasih
    @Cynanthia

    Apa jangan-jangan cropping semboyan tersebut yang secara tidak langsung mempengaruhi pendidikan kita?

    nah itu dia,
    saya juga berpikir gara-gara pemutilasian itu mempengaruhi pendidikan Indonesia

    Sukses untuk OSN-nya ya.😀
    Dan saya doakan supaya tunjangan untuk ayah Anda (beserta guru-guru lain) segera turun:mrgreen:

    Thanks ya🙂 Amin! Semoga saja🙂
    @wennyaulia

    mudah2an..kualitas pendidikan kita semakin baik..
    tunjangan untuk guru dan dosen juga naik

    Amin ya robbal ‘alamin!🙂

    eniwei, congrats atas kelolosannya…mudah2an bisa maju ke tahap berikutnya🙂

    Amin, thanx ya🙂
    @Yari NK
    Amin Pak, makasih ya🙂
    wah cerdik juga ya tuh penjual:mrgreen:

  16. 17 maxbreaker 11 Mei, 2008 pukul 4:01 pm

    @Strife Leonhart
    Silahkan😛
    @aRya
    OK!🙂
    @realylife
    yup, hidup memang harus semangat!
    @hanggadamai
    Amiin🙂
    @cK
    Iya, di Indonesia memang sudah sering…
    @syahrizal pulungan
    Makasih mas🙂
    @Xaliber
    Yup, thanks ya🙂
    Abeeayang™
    Apanya bang?😛

  17. 18 realylife 11 Mei, 2008 pukul 5:56 pm

    menunggu postingan terbaru

  18. 19 morishige 12 Mei, 2008 pukul 3:44 pm

    Saya berharap Ujian Nasional akan dihapuskan secepat mungkin (kalau bisa tahun depan sudah ga ada, jadi saya ga perlu ikut UN tahun depan, kekekeke😛 ), mengingat bahwa menurut saya UN itu lebih banyak membawa kemudharatan dibandingkan manfaat.

    kenapa tidak sekalian kita minta pemerintah untuk tidak melaksanakan seleksi OSN?? tidak usah ada itu yang namanya “seleksi” aka “ujian”…
    ujian nasional itu tujuannya kan untuk standardisasi mutu pendidikan nasional… karena, menurut pengalaman, jika pelaksanaan ujian akhir dilaksanakan oleh masing2 sekolah “setiap sekolah akan melakukan apapun untuk meluluskan siswanya, semua siswa diluluskan…”
    makanya pemerintah berinisiatif untuk mengadakan UN. pelaksanaannya dikontrol pusat. terstandar..
    nah, karena memang dari awal sudah terjadi kesenjangan pada mutu pendidikan negara kita tercinta ini, muncullah masalah: daerah A protes karena merasa “mutu pendidikannya tidak sama dengan daerah lain”, B juga protes gak usah aja ada UN..
    katanya mau maju, tapi UN aja gak mau..
    kita memang terbiasa dengan standar ganda..

  19. 20 maxbreaker 12 Mei, 2008 pukul 4:43 pm

    kenapa tidak sekalian kita minta pemerintah untuk tidak melaksanakan seleksi OSN??

    seleksi OSN itu tingkat kecurangannya hampir nol persen😛

    ujian nasional itu tujuannya kan untuk standardisasi mutu pendidikan nasional…

    tapi nyatanya gagal khan? standarisasinya apanya kalau ternyata hanya menimbulkan “yang penting lulus”

    karena, menurut pengalaman, jika pelaksanaan ujian akhir dilaksanakan oleh masing2 sekolah “setiap sekolah akan melakukan apapun untuk meluluskan siswanya, semua siswa diluluskan…

    apa bedanya dengan “jika pelaksanaan Ujian Akhir dilaksanakan oleh pemerintah, dan tetap saja hampir tiap sekolah akan melakukan apapun untuk meluluskan siswanya” ?

    nah, karena memang dari awal sudah terjadi kesenjangan pada mutu pendidikan negara kita tercinta ini, muncullah masalah: daerah A protes karena merasa “mutu pendidikannya tidak sama dengan daerah lain”, B juga protes gak usah aja ada UN..
    lha wong fasilitasnya aja senjang, ya mutunya juga senjang lah…
    coba lihat berapa banyak sekolah ambruk yang terbengkalai di negeri ini?

    katanya mau maju, tapi UN aja gak mau…

    emangya UN itu bikin maju Mas? Maju kebobrokannya ya maksudnya?😆

    kita memang terbiasa dengan standar ganda..

    standar saya sih cukup satu aja, hapuskan UN!😛

    apa gunanya test2 macam ulangan harian, mid smester dan semester (ringkasnya nilai rapor) kalau kelulusan hanya ditentukan oleh UN?
    jadi menurut saya penentuan kelulusan juga harus menengok pada nilai rapor kelas 1, 2 dan 3. lalu Ujian diadakan oleh sekolah masing-masing, kan sudah menjadi hak guru untuk menentukan kelulusan muridnya, bukan hak pemerintah😛

  20. 21 Pujangga 12 Mei, 2008 pukul 6:02 pm

    Hidup pendidikan Indonesia!!😀

  21. 23 DensS cessario 13 Mei, 2008 pukul 9:32 am

    Hore Liburr!!! Eh salah…

    tanggal 10 April. << ini liburnya..

    Gw asik2 maen game ternyata lu sibuk…

    Setidaknya ada beberapa info yg bisa gw dapat darisini…

    Bapakmu guru ye… Enak dong bisa dapet les gratis?

    Saya berharap Ujian Nasional akan dihapuskan secepat mungkin

    Ngomong ke SBY wkakaka… (UN dihapuskan? hmm….)

  22. 24 maxbreaker 13 Mei, 2008 pukul 9:55 am

    Les Gratis? Engga kok, malah bapak saya sibuk ngelesin anak orang lain😛

    Besok aja kalau aku dah jadi Presiden, UN kuhapus, hehehehe

  23. 25 R' Kurniawan 13 Mei, 2008 pukul 10:53 am

    hari gini UN ??
    wakakka…..
    gak adil nih UAN
    masa yg dikota ama desa patokannya sama
    gimana tuh ama guru2 yg malas ngajar di daerah pedesaan?
    kan kasian murid2nya toh..

  24. 27 Strife Leonhart 13 Mei, 2008 pukul 1:46 pm

    dari dulu saya juga mikir gitu,, akan saya ubah semboyan pendidikan bila saya menjadi Mendiknas.. sekalian revolusi pendidikan™ aah
    😀😀😀

  25. 28 azaxs 13 Mei, 2008 pukul 2:15 pm

    Yup… akhirnya mas break datang lagi.. yup.. postingan yang menarik dan kritis.. saya juga sempat mikir gitu.. betul kata pak sawali.. motto itu mesti singkat, ringkas, padat, dan jelas biar pembaca juga bisa cepat hafal.. n mungkin juga di gambar logo g muat untuk ditulis utuh😆

    Btw selamat mas berhasil lolos OSN di tingkat propinsi.. Smangat n Sukses!🙂

  26. 29 Xaliber von Reginhild 13 Mei, 2008 pukul 7:19 pm

    Ikutan komen.😛

    lalu Ujian diadakan oleh sekolah masing-masing, kan sudah menjadi hak guru untuk menentukan kelulusan muridnya, bukan hak pemerintah😛

    Soal kelulusan ditentukan oleh sekolah, saya agak kurang setuju. Bukannya apa, tapi kebanyakan guru cenderung subjektif kalau sama muridnya. Maunya semua murid lulus seperti kata mas morishige di atas.😛 Dalam rapat guru biasanya juga akan ada lomba argumen (antara pro lulus dan kontra lulus) untuk menentukan nasib muridnya.

    Biar gimana saya rasa warga negara kita masih perlu perbaikan moral dan mental.:mrgreen: Selama yang namanya toleransi berlebih sulit dihindari (aka kerjasama), maka sulit untuk melangkah ke depannya.

    Btw kalau dipikir pemerintah repot juga. UN 3 pelajaran (pelajaran dasar) kena protes, 6 mata pelajaran (ditambah matpel program) kena protes juga. Kalau nanti UN dihapus apa yang akan terjadi ya.. diprotes karena tak ada standarisasi nasional dan kelulusan murid yang subjektif?😀

  27. 30 nenyok 13 Mei, 2008 pukul 7:35 pm

    Salam
    Motto itu enaknya yang gampang dan mudah diingat meskipun kadang sulit dilakukan🙂
    BTW salam kenal, sukses terus ya. Amin

  28. 31 kabarihari 13 Mei, 2008 pukul 7:51 pm

    hehehe..sepertinya ada benarnya juga, bagaimana kalo ditambah “alon-alon waton kelakon”.:mrgreen:

  29. 32 aRuL 14 Mei, 2008 pukul 2:12 am

    UN sistem per sekolah aja😀

  30. 33 maxbreaker 14 Mei, 2008 pukul 10:10 am

    @Strife Leonhart
    Diganti jadi apa Mas semboyannya?
    @azaxs
    iya, tapi kan artinya nanti jadi cuman sepotong2😛
    yup, makasih atas dukungannya🙂
    Xaliber
    yah memang dari awalnya sudah salah, jadi mau langkah apa saja ke depan ya jadinya tetap serba salah… saya juga bingung…
    nenyok
    Salam kenal juga🙂 Makasih atas doanya🙂
    @kabarihari
    wah entar pendidikan jadi superlamban donk Mas?:mrgreen:
    @aRuL
    hmm, boleh juga tuh…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 141,489 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: