Tak Ada yang Abadi

Alkisah, Kamis kemarin saya sedang berfacebook ria di warnet, tiba-tiba muncul notifikasi di pojok kanan bawah halaman facebook yang sedang saya buka, ada notifikasi yang menyebutkan bahwa ada sebuah pesan di wall dari seorang kawan. Saya pun segera menuju wall, dan saya agak terkejut dengan pesan yang saya dapat itu.

Ya, sebuah berita duka, meninggalnya guru dari sekolah saya, yang juga merupakan ayah dari kawan lama saya. Innalilahi wa inailaihi raji’un. Beliau memang telah menderita sakit paru-paru sekitar 1 tahunan, dan rupanya kemarin kamis , beliau sudah tidak tertolong lagi.

Ah, saya waktu kecil sering sekali bertemu dengan beliau, karena saya dan kawan lama saya itu waktu SD sangat dekat, dimana saya sering main ke rumahnya, jadi otomatis saya sering bertemu dengan beliau. Wajah beliau pun masih jelas tergambar di pikiran saya.

Sekitar pukul setengah 2 saya pun pergi melayat ke rumah beliau, bersama Jaya, teman saya. Saat saya sampai disana, suasana sudah ramai, dan ternyata kawan saya yang merupakan anak dari almarhum, sedang di Purwokerto untuk mengurus pendaftaran SNMPTN di UnSoed. Saya berharap belum ada yang memberi tahu kabar duka ini padanya, karena takut akan jadi pikiran di jalan, karena jarak dari Purwokerto ke rumahnya cukup jauh, memakan waktu sekitar satu setengah jam. Tapi ternyata kenyataannya lain, ternyata ada yang keceplosan sms dia dan memberitahu kabar itu. Otomatis kawan saya itu bergegas pulang bersama Oki, kawan saya yang lain, mereka pun ngebut dari Purwokerto untuk segera pulang.

Saat itu jenazah akan segera disholatkan, dan saya pun segera mengambil air wudhu untuk ikut mensholatkan beliau. Ya, saat itu saya melakukan sholat jenazah untuk pertama kalinya, dan sebelumnya saya hanya menghafalkan doa-doanya untuk keperluan ujian agama saja :mrgreen: , jadi saat itu saya pun agak lupa dengan doa-doa yang dibaca, saya pun bertanya kepada Jaya, untuk memastikan doa apa saja yang akan dibaca saat sholat jenazah nanti :mrgreen: .

Saya pun selesai mensholatkan beliau, lalu saya duduk bareng kawan yang lain di halaman rumah almarhum, saat itu saya sedang ngobrolin masalah capres bersama si Jaya dan Luthfi, tiba-tiba Jaya, bangun dan segera lari, saya perhatikan, oh ternyata kawan saya yang anak dari almarhum pulang, dia segera berlari masuk kedalam rumah, Jaya pun menyusulnya berusaha menenangkannya, tak lama berselang, kawan saya itu pun menangis sejadi-jadinya, keras sekali sampai terdengar keras di halam rumah, “Bapak pundi bu?” begitu teriakannya pada ibunya, terus menerus, sambil menangis, ah saya pun ikut nelangsa, tak tega mendengarkannya 😦 .

Ah, kematian, seperti firman Tuhan, tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati, dan tidak ada yang bisa menunda ataupun memajukannya apabila telah tiba waktunya. Kejadian kemarin ternyata membuat saya melek dan sadar akan kematian, yang pasti menimpa siapa saja, dan tidak memandang usia. Karena usia ayah kawan saya itu belum genap 50, sedangkan banyak yang berusia 80 bahkan 90 yang masih hidup. Jadi jelaslah, kematian tidak memandang usia.

Sekali lagi, saya tersadar, bahwa suatu saat saya juga akan mengalaminya, mengalami kematian, tak berdaya di pembaringan terakhir. Ya, tak ada yang abadi, seperti yang didendangkan oleh band favorit saya ,Peterpan.

Ah, begitulah, kita manusia, lahir bukan karena kehendak kita sendiri, mati pun bukan karena kehendak kita sendiri. Sungguh Tuhan sangat berkuasa penuh pada diri kita. Saya pun tersadar, ah, untuk apa bersombong-sombong ria di dunia ini, toh pada akhirnya kita akan mati. Dikubur, dari tanah kembali ke tanah.

Astaghfirullah hal’adzim. Bismillah, semoga saya bisa instrospeksi diri. Dan saya akan berusaha, mumpung masih hidup, saya akan terus bersusaha menjadi manusia yang berguna bagi sesama

Iklan

33 Responses to “Tak Ada yang Abadi”


  1. 1 Bisnis Online 21 Juni, 2009 pukul 10:12 am

    baca judulnya doank dah bikin aku termenung

  2. 2 Wak Erwin 21 Juni, 2009 pukul 12:01 pm

    Semoga kawanmu tak kacau kuliahnya sepertiku, hahaa…

    *sudah lama gak mudik, apalagi ziarah, whew*

  3. 3 ika 21 Juni, 2009 pukul 2:57 pm

    yup, introspeksi emang penting banget

  4. 4 MIftahur 21 Juni, 2009 pukul 3:13 pm

    Innalillahi Wa innailaihi Rooji’uun
    Kalimat ini sudah lebih dari cuku untuk menjelaskan bahwa memang tak ada yang abadi selain Alloh Subhanahu Wa ta’ala

    MIftahur’s last blog post..10 Shortcut penting saat berinternet

  5. 5 Asop 21 Juni, 2009 pukul 3:52 pm

    Yup, di dunia ini tak ada yang sempurna…. (sad)

    Asop’s last blog post..Mempromosikan Clothing Store Seorang Kawan

  6. 6 Irfan 21 Juni, 2009 pukul 7:25 pm

    Tak ada yang abadi selain Allah SWT.

    Btw,, salam kenal buat mas Fadhil yaa……
    Chayoo…..

  7. 7 yorick 22 Juni, 2009 pukul 3:54 pm

    bener…
    kita juga harus siap dan benar2 mempersiapkan… (unsure)

  8. 8 ndop 22 Juni, 2009 pukul 6:07 pm

    memang sholat jenazah itu baik untuk diikuti… hehehe.. saya juga sering lupa… tapi kalau sudah berdiri.. jadi ingat sendiri secara spontan…

  9. 9 guh 23 Juni, 2009 pukul 12:08 am

    Ikut sampai mayatnya ditanam ga?
    Menurut saya itu lebih terasa dibanding shalat jenazah. Perhatikan gimana dia diletakkan sendirian dalam lubang, sekian meter dibawah tanah. Lalu ditimpa dengan tanah, sekop demi sekop. Yang mengurug pun orang bayaran.
    Lihat gimana orang-orang nangis berdoa, ga sampe beberapa menit smuanya kompak bubar, kembali sibuk dengan urusan masing-masing. Si mayat ditinggal sendirian, sekian meter dibawah tanah.

    Eh… lagi ngetik ini kok saya denger kayak ada teriakan2 aneh gitu ya, samar-samar… dah dulu ah.

    guh’s last blog post..Masih tentang Ora Ilok

  10. 10 AeArc 23 Juni, 2009 pukul 6:25 am

    oo.. biarkan, aku bernafas sejenak sebelum hilang.. *lha, kok malah nyanyi.. :))

    AeArc’s last blog post..Fenomena "Alnect Computer"

  11. 11 guskar 23 Juni, 2009 pukul 7:53 am

    ketidakabadian itu seharusnya memacu diri untuk selalu taat beribadah kepada-Nya

    guskar’s last blog post..Memberi dan Menerima Kepercayaan

  12. 12 AlvienRizki 23 Juni, 2009 pukul 9:03 am

    kirain bahas tentang peterpan… hehehehehe….

    AlvienRizki’s last blog post..Ajax PR Checker > Script Untuk Membuat PR Checker

  13. 13 kucrit 23 Juni, 2009 pukul 12:48 pm

    jadi turut berduka cita…
    yah.. begitulah hidup.. syukurilah kita bisa bernafas hingga detik ini, karena kita tidak bisa menjamin entah satu menit, satu jam, satu hari, satu bulan ke depan kita masih ada di dunia fana ini..
    sungguh manusia yang beruntung yang bisa memanfaatkan nafas nya yang sebentar dalam kebaikan…

    salam kenal bro.

    kucrit’s last blog post..Blog Review

  14. 14 pencari cara sukses adsense 23 Juni, 2009 pukul 2:29 pm

    Bener mas, Kita semua pasti akan kembali kepada Nya, semoga jika saat itu tiba kita dalam keadaan yang baik menurut Nya, amin

    pencari cara sukses adsense’s last blog post..Saya Pemula, Bisakah Saya Mendapat Uang Dari Internet ?

  15. 15 sipoet 23 Juni, 2009 pukul 3:48 pm

    kabar itu aku terima dalam perjalanan…
    sedih banget setelah menerima kabar itu… 😦
    apalagi setelah waktu baca ceritamu… (sad)
    semoga amal kebaikan almarhum diterima di sisi-Nya…
    di lapangkan kuburnya…
    dan bagi yang ditinggalkan, di tabahkan hatinya…

    sipoet’s last blog post..KyRaNa–Part 1

  16. 16 mas stein 24 Juni, 2009 pukul 3:49 pm

    kematian adalah kiamat kecil, semoga saya bsia belajar dari tulisan sampeyan ini

  17. 17 zefka 24 Juni, 2009 pukul 6:30 pm

    semoga bapak teman mas… dapat tempat yg layak di sisiNYa… amin
    Di dunia ini memang semuanya fana, gak ada yg abadi, apapun itu. Yang abadi adalah ketidakabadian itu sendiri.

    zefka’s last blog post..Keluarga vs Pacar (beda keyakinan? bisa gak sih?)

  18. 18 abeeayang 24 Juni, 2009 pukul 10:04 pm

    innalillahi wa innailaihi rojiun, eh tapi yam, keknyah sekarang tuh banyak mayat2 berjalan dimuka bumi, je (evilsmirk)
    mereka2 itulah yang udah mati (mati rasa, mati hati, )

    abeeayang’s last blog post..gaya kepemimpinan: gaya penentu kecepatan

  19. 19 sawali tuhusetya 25 Juni, 2009 pukul 11:14 pm

    bener mas fadhil. hanya Tuhan yang bisa mengatur soal kematian hamba-Nya. semoga kita bisa senantiasa menemukan cinta-Nya.

    sawali tuhusetya’s last blog post..Apologi Berlebihan Tim Sukses Capres

  20. 20 morishige 26 Juni, 2009 pukul 3:02 am

    saya selalu bergidik setiap memikirkan kematian..
    iman saya kali ya yang belum kuat…
    hm..

    morishige’s last blog post..Cerita Dari Sosrowijayan

  21. 21 ans 26 Juni, 2009 pukul 8:42 am

    habis kehilangan seseorang juga
    dan menyadari bahwa memang kematian itu dekat..
    masih takut bila ternyata bekal belum cukup..

    lam kenal..thx 4 u’r comment in my blog 🙂

    ans’s last blog post..MIPA EXPO (MIX 09)

  22. 22 Miftahur 26 Juni, 2009 pukul 11:03 am

    Mas, sampean dapet Award lho!
    Mampir ya ke blog ku… 🙂

    Miftahur’s last blog post..Award Pertamaku

  23. 23 Kuliah Gratis 26 Juni, 2009 pukul 2:09 pm

    kalau takut mati knapa kita harus hidup??? ya kan???

  24. 24 reallylife 26 Juni, 2009 pukul 9:30 pm

    saya merasa tercerahkan ni
    terima kasih

  25. 25 ardi 27 Juni, 2009 pukul 1:34 pm

    Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun. Ndherek bela sungkawa… Moga amal kebaikannya diterima Alloh subhanahu wata’ala…

  26. 26 sugiman 5 Juli, 2009 pukul 3:29 pm

    turut berduka cita untuk ayah temenmu…
    benar sekali, kita ini ciptaan-NYA, kita pasti kembali pada-NYA
    postingan bagus

    sugiman’s last blog post..Teliti sebelum membeli

  27. 27 Jerrell Galan 27 Juni, 2010 pukul 10:34 pm

    Incridible solution admin. You just help my homework for next exam Thanks admin

  28. 28 MarisolRamsey19 13 Mei, 2011 pukul 9:22 am

    I guess that to receive the personal loans from creditors you must have a firm motivation. However, once I’ve got a collateral loan, just because I wanted to buy a house.


  1. 1 Pantsuits For Women Lacak balik pada 17 April, 2011 pukul 2:22 am
  2. 2 Kaper Suits Petite Lacak balik pada 18 April, 2011 pukul 4:39 am
  3. 3 Hot Tub Time Machine Lacak balik pada 10 Mei, 2011 pukul 11:55 pm
  4. 4 Colonix Reviews Lacak balik pada 12 Mei, 2011 pukul 1:43 am
  5. 5 tires rack Lacak balik pada 12 Mei, 2011 pukul 1:48 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 154,390 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: