UGM dan STAN

UGM ke STAN

UGM ke STAN

Pengumuman Ujian Saringan Masuk (USM) STAN baru saja diumumkan tanggal 1 September kemarin. Dan imbas dari pengumuman STAN kemarin dapat saya lihat secara langsung di kampus biru tercinta ini. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak sedikit yang menjadikan UGM sebagai pegangan sementara, sembari menunggu pengumuman STAN. Reaksi dari maba-maba UGM yang diterima di STAN pun beragam, ada yang senang bukan kepalang, dan segera saja cabut ke Jakarta dan sudah tak perduli lagi dengan urusan kampus di UGM, ada yang senang karena cita-citanya kuliah di STAN tercapai,  dan ada yang bingung. Ya, bingung, kenapa?  Mungkin yang bingung  itu sudah terlanjur cinta pada UGM atau terlanjur sayang sama kota Yogyakarta, hahaha. Apalagi bagi anak Teknik, yang sudah menjalani OSPEK Teknik, ya sudah capek-capek OSPEK, mungkin berat juga untuk meninggalkan UGM. Ya, tapi sebagian besar dari maba UGM yang diterima di STAN memilih untuk mengambilnya, dan meninggalkan UGM.

UGM kembali kehilangan putra-putri terbaik Indonesia, yang ternyata lebih memilih ke STAN. Ini membuat saya berpikir, rupanya pesona STAN bagi sebagian putra bangsa ini jauh lebih mentereng dibanding UGM. Ya, terutama bagi yang ingin cepat kerja, STAN memang begitu menjanjikan. Apalagi yang kuliah di STAN kan besok kerjanya di tempat ‘basah’, hahahaha. Bea cukai, perpajakan, hm dengar kata-kata itu yang terbayang di benak saya adalah uang, uang dan uang, hohohoho.

Hidup ini adalah pilihan, jadi saya menghargai pilihan teman-teman maba UGM yang meninggalkan UGM demi kuliah di STAN. Selamat bagi teman-teman sekalian, jangan pernah lupakan kalau teman-teman pernah menjadi maba UGM, walau cuma beberapa minggu, dan simpanlah baik-baik jas almamater UGM kalian.

Halah ngomong apa saya ini, hahaha.

Tapi ada untungnya juga sih bagi saya, lumayanlah kepadatan penduduk kampus UGM  jadi berkurang dan saingan dalam perebutan bandwithpun berkurang, gyahahaha.

Dan bagi saya tetap saja, hidup UGM!

Iklan

20 Responses to “UGM dan STAN”


  1. 1 annas nashrullah 9 September, 2009 pukul 1:41 am

    iseng-iseng sambil nunggu sahur tiba. wow blog yg keren dan isi yang ruar biasa. salute!!!

    salam dari blogger majalengka

  2. 2 aNGga Labyrinth™ 9 September, 2009 pukul 4:52 am

    He he… kenyataan nya memang seperti itu
    temen saya ada yang udah keterima di STT TELKOM (sekarang ITT TELKOM) dan udah bikin seragam, eh… keterima di STAN. Akhirnya pindah juga

    Setiap orang ada jodohnya, walau ngak di STAN juga bisa kok dapet tempat kerja yang ‘basah’, lagian kerjaan dan tempat kuliah kan g cma basah, harus ada rasa nyaman untuk kita (dan saya ngak akan merasa nyaman klo kerja macam di bea cukai gitu) 😀

  3. 3 sawali tuhusetya 11 September, 2009 pukul 11:56 am

    ugm atau stan itu hanya soal pilihan, mas fadphiel. kedua pt ini sama2 memiliki reputasi yang bagus.

  4. 4 argy 11 September, 2009 pukul 2:36 pm

    Yakk . polemik ini jg yang saat ini slalu ada pikiran gw .
    gw yg MABA FEB UGM 2009 pas simfoni ketemu tmn” baru yang asyik” bener tapi harus kehilangan gitu aja cm gara” keterima di STAN yg cm menang di gratis ma ikatan dinas .
    ampe kaya orang bego dari buka puasa ampe sahur nongkrong di boulevard UGM cm bwt ngebujuk tmn gw ga ke STAN T_T .
    yang gw bingung kenapa di STAN itu pengumumannya pas saat yang lain udh kulia, bayar ini itu, berjuang ini itu . apa segitu merasa berharga nya kah ?

  5. 5 abee 11 September, 2009 pukul 5:39 pm

    iyah…pilih yang terbaik… (banana_rock)

  6. 6 morishige 14 September, 2009 pukul 2:07 pm

    FYI kata temen saya anak STAN 2006, mulai 2007 STAN gak ikatan dinas lagi…

    temen seangkatan saya ada 2 orang yang pindah ke STAN. mereka cuma ikut kuliah seminggu, abis itu cabut.. :mrgreen:

  7. 7 iu 17 September, 2009 pukul 8:00 pm

    ^
    ^
    ^
    jd isu tsb bener ya,bhw mulai 2007 STAN udah gak ikatan dinas..?
    Tp teteup sj, lulusan STAN udah punya aura spesial, jaminan lulus langsung dpt kerja (wlo pun gk dinas)..

    Tetep semangat!! (gym)

  8. 8 jensen99 18 September, 2009 pukul 5:53 pm

    Dulu punya beberapa temen yang menjalani nasib serupa, hanya saja waktu itu ketrima di STPDN. Dan… ya, sekarang sudah jadi aparat pemerintah semua, bahkan ada yang sudah jadi camat. (evilsmirk)
    Yang menjengkelkan adalah kursi kosong yang ditinggalkan mereka. Kalo dari semula gak usah masuk kan sekarang bisa diisi cewek cakep lain… (nottalking)

  9. 9 guh 20 September, 2009 pukul 10:11 am

    Lha anda kuliah untuk apa, tujuan akhirnya apa, selain gampang cari duit?

    Kalau anda tiba-tiba diterima di STAN, apa ya akan tetap di UGM? Apalagi kalau orang tua mulai maksa-maksa karena mimpi punya anak “abdi negara” biar tuanya santai karena dapet ‘pengsiun’.

  10. 10 guh 20 September, 2009 pukul 10:13 am

    OOT:
    Anu, itu pake pluginnya wp apa, kok bisa tahu pengunjung pake browser dan OS apa trus dipajang semena-mena? melanggar privasi banget, tapi keren 😀 Jadi pengen.

  11. 11 Yasmine 27 September, 2009 pukul 1:41 am

    terus terang saya ini maba FKH UGM ’09 yang ninggalin kampus tercinta ke STAN, dan saya termasuk yang perlu waktu satu minggu setelah tgl 1Sep untuk mutusin antara UGM dan STAN.
    Biarpun saya bukan mahasiswi UGM lagi, tapi UGM akan tetap menjadi universitas saya. Viva UGM!

  12. 12 upil 30 September, 2009 pukul 5:27 am

    wa maba FH ’09 yg pindah ke STAN karena dipikir2 prospek beda2 tipis,, tntang ikatan dinas ato nda STAN 100% masih ikatan dinas apapun spesialisasinya hal ini diungkapkan petinggi dep.keuangan bsa dicari di situs depkeu thx,, perkataan sya ini bukan menghasut lho bgi kalian yg di terima di ke-2 ptn trsbt pilihlah sesuai hati nurani,, sukses selalu !!

  13. 13 setanmipaselatan 21 Oktober, 2009 pukul 5:56 pm

    apa gara2 jaminan kerja ya? beh…kalo gitu, buat saya stan justru nggak menantang dibanding ugm. dan kuliah di tempat yang nggak menantang, nggak ada asyiknya buat saya (banana_cool)

    *masih nggak kepengen jadi pns*

  14. 14 Fickry 1 November, 2009 pukul 9:40 pm

    seriously, u got the best choice here in Jogja.. and it’s much much much much better… really… :p
    just optimize what u’ve got here.. or u’ll get nothing then…

  15. 15 jaka 22 Maret, 2010 pukul 4:06 pm

    BUAT yang pernah migrasi dari UGM ke PT lain tolong berikan pengalamannya. Aku usah semester VI Prodi Matematika. Aku ingn pindah dari UGM. PT mana yang mau terima saya?


  1. 1 COlon XR Reviews Lacak balik pada 11 Mei, 2011 pukul 8:15 pm
  2. 2 Free online games Lacak balik pada 12 Mei, 2011 pukul 6:58 am
  3. 3 free xbox 360 Lacak balik pada 12 Mei, 2011 pukul 6:59 am
  4. 4 porn Lacak balik pada 12 Mei, 2011 pukul 7:00 am
  5. 5 Tegaderm Film Lacak balik pada 12 Mei, 2011 pukul 10:23 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 154,390 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: