Luruskan Niat, Ikhlaskan Semua Kerjamu, Kawan Relawan!

Yogyakarta diberikan cobaan oleh Tuhan, bencana Gunung Merapi terjadi. Tidak sedikit korban jiwa yang jatuh. Banyak warga sekitar merapi yang terpaksa mengungsi demi keselamatan jiwanya. Harta benda, ternak dan rumah terpaksa mereka tingggalkan, yang kemudian banyak harta mereka yang akhirnya ludes dihantam awan panas alias wedhus gembel. Kondisi ini mengusik jiwa kemanusiaan kita.

Sungguh, kita harus berbuat, membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana dengan semampu usaha kita. Walau memang sudah ada staf pemerintah yang memiliki tugas menanggulangi bencana, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan Depsos pun telah memiliki pasukan Tagana (Taruna Tanggap Bencana) yang siap terjun. Tetapi itu semua belum cukup kawan! Masih banyak tenaga yang dibutuhkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menderita.

Karena itulah, kawan-kawan relawan diperlukan. Relawan, dari namanya saja, kita tentu sudah bisa mengartikan bahwa relawan adalah orang-orang yang rela. Rela bagaimana maksudnya? Tentu saja rela meluangkan waktunya, tenaganya, bahkan hartanya demi membantu para korban bancana Merapi. Ya, semua dilakukan secara sukarela, cuma-cuma. Insya Allah semua akan mendapat pahala atas kebaikan yang dikerjakannya.

Tetapi, saya ingin mencermati satu hal. Khususnya bagi kawan-kawan relawan yang masih mahasiswa. Bukan bermaksud menggurui, tetapi hanya mengingatkan. Bahwasanya, begini, ketika minggu –minggu awal bencana tersebut. Ketika pos-pos pengungsian sedang hiruk pikuknya, bermunculanlah status facebook dari kawan-kawan relawan yang menceritakan akan kerjanya sebagai relawan. Bahkan tidak sedikit yang tampaknya sedikit membanggakan kerjanya itu.

Berkaitan dengan hal ini. Teringat salah satu status dari senior, tapi maaf saya lupa milik siapa, yang isinya kira-kira seperti ini : “Tak perlulah kebaikan-kebaikan yang kita lakukan sampai tercecer di facebook, cukup kita dan Allah yang mengetahuinya, jangan sampai kita sudah berlelah-lelah tapi tiada hasil, hanya karena riya”

Sekali lagi, bukan bermaksud menggurui, hanya mengingatkan. Marilah kawan, kita luruskan niat kita menjadi relawan, demi menolong saudara kita, demi mengharap ridha Allah. Update-update status tersebut, saya rasa tidaklah perlu. Cukuplah kita bekerja dengan ikhlas, tanpa perlu diumumkan ke publik tentang kerja kita. Ditakutkan hal itu akan jatuh ke riya. Tentu kawan-kawan tak ingin kan hasil kerjanya akan jadi sia-sia hanya karena ada kesombongan ataupun pembanggaan diri (ujub) dalam diri kawan, walaupun sedikit?
Akhirul kata,
Tetap semangat kawan-kawan relawan! Bekerjalah dengan ikhlas, harapkan ridha Allah. Insya Allah kita dan saudara yang kita tolong sama-sama mendapat kebaikan 🙂

Iklan

2 Responses to “Luruskan Niat, Ikhlaskan Semua Kerjamu, Kawan Relawan!”



  1. 1 car repair insurance Lacak balik pada 12 Mei, 2011 pukul 12:18 am
  2. 2 Woodworking4home Lacak balik pada 12 Mei, 2011 pukul 8:09 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 159,489 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: