Simbolis vs Substantif

Apel pagi asrama PPSDMS hari ini lain dari biasanya. Apel kali ini pembinanya adalah Luthfi Hamzah Husin, Presma UGM yang baru terpilih pada Pemira kemarin. Beliau menyampaikan amanah dengan sebuah cerita yang menarik.

Alkisah pada zaman dahulu, di masa kerajaaan Bizantium, sang raja memerintahkan dua orang arsitek untuk membuatkan Istana bagi keluarga raja. Sang raja menantang kedua arsitek untuk membangun sebuah istana yang kokoh dalam waktu satu bulan. Yang berhasil akan diangkat jadi menteri, sedangkan yang gagal akan dipancung.

Sebut saja nama arsitek itu adalah Su’ul dan Khusnu. Nah, pada minggu pertama kerjanya, Su’ul segera saja membeli berbagai bahan bangunan, banyak yang dia beli, tanpa perhitungan terlebih dahulu pokoknya borong dulu saja, selain itu dia juga sudah menyewa banyak kuli bangunan, begitulah langkah yang dia lakukan di minggu pertama. Berbeda dengan Su’ul, pada minggu pertama Khusnu belum membeli bahan bangunan sama sekali. Dia melakukan perhitungan dan analisa secara cermat dan mendalam mengenai Istana yang akan dia bangun beserta lokasinya.

Tibalah minggu kedua. Di minggu kedua ini Khusnu mulai membangun fondasi bangunan dan lantai 1. Dengan asal membangun tanpa perhitungan cermat, akhirnya di akhri minggu kedua fondasi dan lantai 1 istana yang dibangun Su’ul selesai dibangun. Sedangkan Khusnu, di minggu kedua dia masih saja melakukan perhitungan diselingi dengan mencicil membeli bahan bangunan.

Tanah untuk pembangunan istana itu sebenarnya rawan longsor, sang raja sengaja dengan maksud menguji keahlian dan kecermatan kedua arsitek itu.

Di minggu ketiga Su’ul kembali membangun dengan cepat, lantai 5 istana hampir dia selesaikan di akhir minggu ketiga. Sedangkan Khusnu baru mulai membangun fondasi dan lantai 1. Fondasi dan lantai 1 istana baru dia selesaikan di akhir minggu ketiga. Walaupun begitu, pondasi yang dibangun Khusnu sangatlah kokoh, karena dibangun dengan perhitungan yang cermat. Pada suatu kesempatan di akhir minggu ketiga, Su’ul bertemu dengan Khusnu dan dia mengejek Khusnu, “Wah bagaimana nih, waktu hampir habis tapi istana yang engkau bangun baru jadi segitu (LOL)” . Khusnu menjawab dengan santai, “Haha, kita lihat saja nanti”🙂 .

Tibalah minggu terakhir untuk bekerja. Di minggu keempat ini Su’ul membangun dengan cepat. Di akhir minggu keempat ini jadilah istana yang ia bangun, dengan 7 lantai menjulang tinggi. Khusnu pun membangun dengan cepat, tapi tetap penuh perhitungan, dan karena fondasi bangunannya kokoh, maka bangunannya bisa dibangun dengan cepat. Di akhir minggu ke 4 ini jadilah istana yang dibangun Khusnu, hanya 5 lantai namun kuat dan kokoh.

Tibalah saatnya sang raja menagih kepada kedua orang arsitek tersebut. Kemudian sang raja mengetes kedua istana tersebut. Sebagian keluarga tinggal di istana buatan Su’ul dan sebagian di istana buatan Khusnu.Setelah seminggu tinggal, keluarga raja yang tinggal di istana buatan Su’ul tidak betah karena bangunannya tidak kuat, tangganya retak dan sebagian bahkan roboh. Sedangkan yang tinggal di istana buatan Khusnu betah karena walaupun hanya 5 lantai dan tidak semegah buatan Khusnu tetapi istana itu kokoh dan mereka merasa aman tinggal di sana.

Dan betul saja, setelah 2 minggu. Istana bangunan Su’ul roboh diterpa tanah longsor, sedangkan istana buatan Khusnu tetap kokoh berdiri.

Saudaraku sekalian, hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah, pentingnya sebuah visi yang mantap dalam menjalankan aktivitas apapun. Jangan sampai kita menjalani aktivitas dengan serampangan. Visi kita harus jelas, apa saja yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan, langkah-langkah konkrit dan perhitungan yang cermat. Kita jangan sampai terjebak pada hal-hal yang simbolis, padahal tidak ada substansinya sama sekali. Terlihat sibuk kesana kemari padahal kerjanya tidak jelas. Dengan memiliki visi yang mantap, arah dan tujuan dalam bekerja akan menjadi lebih jelas, kerja akan efisien, dan tujuan insya Allah akan tercapai, tidak lupa diiringi dengan doa tentunya.

Semangatlah kawan dalam beraktivitas, susun visi dengan cermat dan tepat. Genggam kesuksesan ditanganmu. Karena sukses adalah hak kita kawan!

Semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 141,489 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: