Perbanyak Amal Baik

Salah satu seni dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan di Yogyakarta adalah berburu takjil alias hidangan berbuka gratis di berbagai masjid di Yogya. Ini adalah momen utama untuk penghematan yang luar biasa bagi mahasiswa, sehingga pada saat puasa di Jogja, mahasiswa hemat-ers ini hanya perlu mengeluarkan biaya untuk makan sahur sahaja.

Dan tempat favorit saya untuk berbuka puasa adalah di Masjid Pogung Raya (MPR). Kenapa favorit? Ya nomer satu tentu karena Masjid ini yang paling dekat dengan kost saya. Yang kedua, disini segala sesuatunya mengenai buka puasa terorganisir dengan amat baik. Sebelum buka puasa diadakan kajian dan makan-makanan untuk berbuka disusun dengan amat rapi, sehingga jamaah hanya perlu menempatkan diri di belakang makanan yang telah ditata amat rapi.

Dan menurut saya amat rugi kalau kita datang ke MPR hanya mengharapkan dapat buka puasa gratis, seperti sebagian jamaah yang datang pada menit-menit akhir menjelang berbuka. Karena itu berarti mereka melewatkan kajian-kajian yang mantap sebelum berbuka. Jadi apabila kita berbuka puasa dari MPR setidaknya kita harus kenyang akan 2 hal, yaitu kenyang perut (dengan buka gratis) dan kenyang rohani (dengan ilmu dari kajian).

Dan izinkanlah saya berbagi sedikit yang saya dapat dari kajian di MPR beberapa waktu lalu. Kajian ini berisi tentang pentingnya kita memperbanyak amal baik. Jadi mungkin sebagian kita sudah tau, bahwa puasa, zakat, shalat dan berbagai ibadah kita serta taubat kita bisa menghapus dosa-dosa kita, tapi tidak semua dosa. Kenapa? Karena Ibadah dan taubat itu hanya bisa menghapus dosa kita kepada Allah SWT dan belum bisa menghapus dosa kita kepada sesama manusia. Lalu bagaimana kita menghapus dosa kita kepada sesama manusia? Tentu kita harus minta maaf akan kesalahan kita kepada orang yang kita dzalimi. Begitu pun hutang, apabila sampai ajal kita hutang kita kepada orang lain ada yang belum terbayar, maka itu bisa menjadi ganjalan kita di akhirat.

Lalu dijelaskan bahwa apabila sampai ajal kita tiba kita belum sempat minta maaf pada orang yang kita dzalimi atau pun belum sempat membayar hutang kita, maka di akhirat kita harus membayar itu semua. lalu dengan apa kita harus membayar itu pada saudara kita yang kita dzalimi atau hutangi? Tentu tak bisa lagi dengan harta, karena kita mati tidak membawa harta sepeser pun. Ya, kita hanya membawa amal baik dan amal buruk kita di akhirat.

Sehingga, kedzaliman dan hutang kita, akan kita bayar ke saudara kita dengan amal baik yang kita punya. Semakin banyak kedzaliman dan hutang kita yang belum dimaafkan atau kita bayarkan ke saudara kita, semakin banyak amal kita yang kita berikan ke saudara kita. Dan inilah yang bisa menjadikan seseorang itu bangkrut di akhirat.

Siapakah orang yang bangkrut di akhirat itu? Yaitu orang-orang yang amal baiknya habis tak bersisa, karena digunakan untuk membayar kedzaliman atau pun hutang-hutangnya kepada saudaranya di dunia yang belum sempat terbaryakan. Dan apa yang lebih buruk dari habisnya amal baik itu? Yaitu yang lebih bangkrut lagi, teramat sangat bangkrut, yaitu apabila amal baiknya telah habis, padahal kedzalimannya dan hutang-hutangnya belum terbayarkan semua. Dan apa yang akan terjadi? Yaitu amal buruk saudaranya yang dia dzalimi atau hutangi, akan diberikan kepada dia. Naudzubillahi minzalik.

Semoga kita tidak termasuk orang yang bangkrut di akhirat kelak. Tapi kita juga tidak bisa memungkiri, kalau bisa saja kita melakukan kedzaliman pada saudara kita tanpa kita sadari, bisa jadi kita punya hutang harta pada saudara kita, tapi kita lupa, lalu belum sempat membayarnya. Karena kita manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Sehingga bisa jadi hal tersebut di atas, dimana amal baik kita digunakan untuk membayarkan di akhirat kelak, menjadi hal yang tak terhindarkan. Lalu apa solusinya? Tidak lain adalah perbanyaklah amalan-amalan baik, amalan-amalan shalih selama hidup didunia. Sehingga kalau memang kelak kita harus membayar dengan amal baik, maka amal baik kita akan tetap tersisa banyak.

Mari perbanyak amal baik, selama kita masih dikaruniai kehidupan di dunia ini, agar kelak kita tidak jadi orang yang bangkrut di akhirat 🙂
Wallahu a’lam bishawab.

Iklan

0 Responses to “Perbanyak Amal Baik”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 151,327 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats

%d blogger menyukai ini: