Arsip untuk Juli, 2011

Sedikit Catatan dari Kuliah Penyegaran (Remed) ISIS

Sebenarnya ini harusnya ditulis hari Jumat kemarin, tapi apa daya baru niat sempat nulis :P.

Semester 3 yang kacau kemarin membuatku terpaksa mengikuti remed ISIS, dengan harapan bisa menghapus dosa memperbaiki nilai, dan lulus untuk mata kuliah ini tentunya. Sebenarnya untuk lulus dan mendapat nilai memuaskan dari mata kuliah-mata kuliah yang diampu pak BDW ini tidaklah terlalu sulit, asal rajin mengumpulkan soal tahun-tahun sebelumnya, menganalisa soal-soalnya dan mengerjakannya, Insya Allah bisa. Tapi dasarnya aku waktu itu sedang malas, dan gak teratur hidupnya, jadilah nilaiku hancur. (okok)

Sebelum ujian diadakan dua kali kuliah penyegaran oleh pak BDW. Saat beliau memasukki ruang kelas, beliau kaget, karena di daftar absen ada 88 mahasiswa yang terdaftar di kelas remed ISIS, tapi yang datang kuliah hanya sekitar 30an. Ini membuatku teringat akan kata-katanya pak Bashor sewaktu UTS IE kemarin : “Wah kalau waktu kuliah kok yang hadir gak sebanyak ini” (haha) .

Seperti biasa, kuliah dibuka dengan cerita-cerita motivasi dari pak BDW. Beliau menekankan, apabila kami berjumpa dengan mata kuliah yang sulit, jangan mengeluh! Nikmati saja pembelajaran dan perkuliahan dari mata kuliah tersebut. Karena walaupun ilmu dari mata kuliah tersebut belum tentu dipakai saat kerja nanti, tetapi pola pikir yang didapat dari proses belajar itu akan sangat berguna. Jadi walaupun pada saat kerja nanti banyak ilmu selama kuliah yang tidak dipakai secara langsung, tetapi pola pikir yang terbentuk itu yang akan menunjukkan keunggulan kita. Pola pikir seorang lulusan SMA tentu berbeda dengan pola pikir lulusan S1, kemudian pola pikir lulusan S1 tentu akan berbeda pula dengan pola pikir lulusan S2, apalagi S3.

Pola pikir inilah yang akan membedakan mana orang yang makan bangku kuliah, mana yang tidak. Dengan terbiasa  berfikir sistematis, logis dan kreatif dalam perkuliahan, maka pola pikir yang unggul akan terbentuk, yang bisa membuat kita sukses apabila kita manfaatkan dengan baik, apapaun profesi kita kelak.

Beliau pun bercerita tentang alumni TE yang memilih berwirausaha sebagai pengrajin kayu, dan kini omsetnya tidak main-main, mencapai milyaran rupiah, dan outletnya ada di Jawa dan Bali. Alumni itu saat akan membuka cabang di Jakarta, dia tidak serta merta membeli gedung di tempat yang akan menjadi calon outlet barunya itu. Tetapi dia mengamati tempat itu selama seminggu, dengan nongkrong di angkringan sekitar tempat itu. Dia mengamati seberapa ramaikah tempat itu, kemudian siapa saja yang biasanya melintasi area tempat itu. Kemudian dia analisa hasil pengamatan itu, dan barulah dia memutuskan untuk membeli gedung untuk outlet barunya itu. Nah inilah salah satu contoh bagaimana pola pikir membedakannya dengan pengrajin kayu yang lain, yang tidak merasakan pembelajaran di kampus.

Beliau pun menekankan, jadikanlah belajar sebagai hobi, karena apabila belajar telah menjadi hobi, maka belajar akan terasa menyenangkan, bukan lagi sebuah beban. Hobi itu sesuatu yang  disukai, bahkan sangat digilai. Beliau bercerita tentang kenalannya di Jerman, dia hobi membuat program, sampai-sampai kalau sehari saja dia tidak memprogram, dia tidak bisa tidur (haha) , tetapi dari hobinya ini dia bisa menghasilkan karya-karya program yang bagus dan bermanfaat. Nah kalau belajar sudah jadi hobi, apalagi menjadi hobi yang  kita gilai, tentuya bisa jadi apabila sehari saja tidak belajar, maka kita tidak bisa tidur, sehingga kita tiap hari belajar. Nah ini yang diharapkan. B-)

Sesi motivasi pun selesai. Kemudian kuliah berlanjut. Pak BDW lalu mulai menyegarkan ingatan kami kembali tentang sistem LTI(Linear Time Invariant), konvolusi, dan Laplace.

Iklan

Pemilik Blog :

Fadhilla Tresna Nugraha alias Fadhil alias Fadhil Bedhil
Electrical Engineer jebolan Teknik Elektro UGM, sedang dalam perjalanan meraih cita-cita dan cinta-cinta

Bisa dihubungi lewat jalur berikut :

Tulisan Terbaru

Dilihat sebanyak

  • 155,647 kali

Jumlah Pengunjung Saat Ini

website stats